Nama Joli Jolan terinspirasi dari istilah Jawa “Ijol-ijolan” yang berarti tukar-menukar. Filosofi sederhana ini mendorong kami membentuk ruang solidaritas melalui barter dan berbagi barang gratis. Joli Jolan menjadi “perlawanan” kecil atas konsumerisme yang terus berkelindan di kehidupan kita.
Kami merintis gerakan dari rumah pinjaman yang berada di Jalan Siwalan No.1, Kerten, Laweyan, Surakarta, 21 Desember 2019. Kami tak mampu menyewa apalagi membeli hunian karena Joli Jolan dimulai dengan saldo nol. Kami hanya mengandalkan modal kolektif dari individu yang solider dan punya pandangan kritis terhadap gaya hidup konsumtif.
Anggota kami sangat heterogen. Ada aktivis kota, mahasiswa, jurnalis, dosen, editor buku, peneliti, ibu rumah tangga, pegawai terminal, hingga pecinta hewan. Mereka berkontribusi sesuai keahlian dan kemampuannya untuk mewujudkan Ruang Solidaritas Joli Jolan.
Selain barter dan berbagi barang gratis, Joli Jolan memiliki program Bank Pangan. Kegiatan yang terinsipirasi gerakan global Food not Bombs ini mendistribusikan makanan gratis di halaman Joli Jolan setiap Sabtu. Beberapa kali Joli Jolan juga menggelar diskusi dan workshop seputar isu lingkungan dan perkotaan.
Kami juga memiliki lini usaha mandiri bernama Peken Joli Jolan. Kini Peken Joli Jolan berevolusi menjadi Toko Joli Jolan yang menjual merchandise dan barang terkurasi untuk menopang gerakan.
Sejak Februari 2021, website jolijolan.org dikembangkan sebagai kanal informasi gerakan sekaligus wadah publikasi tulisan tentang solidaritas, komunitas, serta isu lingkungan dan perkotaan. Kanal ini dikembangkan secara kooperatif oleh relawan dan rekan-rekan aktivis yang tertarik berbagi ide dan gagasan dalam membangun semangat solidaritas.