
Kebiasaan Sederhana Menghindari Belanja Impulsif
Memberi jeda 24 jam sebelum membeli barang bisa menjadi langkah sederhana untuk memastikan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena ada penawaran sesaat.
Joli Jolan merupakan ruang publik untuk berbagi barang layak pakai. Siapa pun dapat mendonasikan barang di Joli Jolan dan mengambil barang yang tersedia secara gratis. Joli Jolan mengajak untuk hidup bersahaja dengan mengelola barang secukupnya.
Saatnya memberikan ruang berkembang bagi si kecil! Joli Kids bersama Ruang Tumbuh Sekutu Rumah Karya merayakan Hari Anak Sedunia di @sekutu.rumahkarya
🗓️ Sabtu-Minggu 25-26 Juli 2026.
⏰ Jam 9 pagi sampai 5 sore.
Pop-up Joli Kids bakal membawa berbagai buku anak, mainan, aksesori, serta beragam barang menarik lainnya. Ada juga pameran infografis tentang kegiatan Joli Jolan.
Joli Kids juga membuka workshop lhooo! Workshop menghias ganci dan mewarnai karakter gipsum bakal digelar Sabtu sore dengan kontribusi masing-masing 15k. Pendaftaran bisa langsung di lokasi ya.
*pssttt… banyak bonus dan aktivitas menarik lho!
Sampai berjumpa di Sekutu Rumah Karya!
Jalan Siwalan No. 1 Kerten, Laweyan, Solo, Jawa Tengah Indonesia
Sabtu
Pukul 10.00 WIB – 13.00 WIB
Sebagian barang yang ada di rumah kita tergeletak begitu saja tanpa pernah kita sentuh. Padahal ada orang lain yang membutuhkan barang-barang tersebut. Ruang Solidaritas Joli Jolan tidak hanya membantu masyarakat mendonasikan barang yang tidak terpakai dan mempertemukan barang tersebut dengan pemilik barunya, tetapi juga menguatkan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Butuh alasan mengapa kita perlu mendonasikan barang layak pakai yang tidak lagi digunakan? Mengapa kita perlu melatih diri untuk hidup bersahaja? Apakah solidaritas itu penting dalam hidup bermasyarakat? Tulisan berikut ini dapat menjadi inspirasi untuk memulainya.

Memberi jeda 24 jam sebelum membeli barang bisa menjadi langkah sederhana untuk memastikan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena ada penawaran sesaat.

Kebiasaan menyewa barang sejalan dengan konsep sharing economy, yaitu memanfaatkan sumber daya yang sudah ada agar penggunaannya lebih optimal dan tidak berlebihan.

Hubungan yang lebih sehat dengan teknologi dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, termasuk merapikan ruang digital.

Berawal dari hobi masak dan memanfaatkan hasil pohon markisa sendiri kami mencoba menyajikan hasil olahan sendiri. Fimi Dessert menyediakan sirup markisa dan bola-bila peyem/tape (boyem).

Sebagai gerakan sosial-lingkungan, undangan dari kawan-kawan seni kami apresiasi sebagai kerja bersama membangun peradaban.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta ini menjadi kesempatan dalam menumbuhkan nilai toleransi sejak dini bagi warga Desa Bolali.

Food Not Bomb (FNB) dilaksanakan setiap akhir pekan di Galeri Joli Jolan sebagai upaya redistribusi makanan bergizi dari warga untuk warga secara gratis.

Dengan sedikit kreasi, kaus bekas yang kalian miliki bisa jadi kerajinan handmade dan bermanfaat kembali.

Sebuah hal yang kecil tak selalu minim nilai. Kecil justru bebas, efisien, penuh daya cipta, nikmat, dan lestari. Meski kecil, Joli Jolan telah menginspirasi warga atau komunitas lain membuat gerakan serupa yakni barter dan berbagi barang gratis.
Tertarik dengan isu solidaritas, lingkungan, dan sosial yang ada di sekitar kalian? Kalian dapat mengirimkan opini, ide, gagasan, maupun artikel ke alamat e-mail kami: redaksi@jolijolan.org.




