WhatsApp Image 2023-04-01 at 11.46.13 AM
Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp

Berdonasi Bukan Sekadar Membuang Barang

Akan sangat disayangkan apabila niat berdonasi dilakukan dengan cara yang kurang bijaksana yakni hanya untuk 'membuang' barang bekas yang memang sudah tidak lagi dibutuhkan.

tidak terasa 3 tahun Joli Jolan hadir menjadi ruang solidaritas bagi masyarakat Kota Solo. Usia yang bisa dibilang masih terlalu awal untuk mendeklarasikan diri sebagai komunitas yang besar. Namun, tiga tahun sangatlah cukup untuk melihat kembali ke belakang, mengevaluasi sekaligus menghargai setiap pencapaian-pencapaiannya. Bagi sebuah komunitas yang dibentuk dan dikelola secara sukarela, tiga tahun menjadi bukti nyata dalam menjawab tantangan klise sebuah komunitas, yakni kontinuitas.

Tiga tahun tentunya merupakan waktu yang sangat cukup dalam menggoreskan beragam cerita bagi Joli Jolan, para sukarelawan, dan Joliers yang terlibat di dalamnya. Ada cerita yang menarik, ada pula cerita yang kurang menyenangkan. Namun, kita kesampingkan dulu cerita menariknya karena setiap pihak pasti memiliki kisah menyenangkannya saat menjadi bagian dari Joli Jolan. Kita garis bawahi cerita yang kurang menarik saja, karena di titik inilah ada problem yang perlu dievaluasi demi kebaikan bersama.

Satu dari permasalahan yang kadang ditemui sukarelawan selama tiga tahun ini adalah barang donasi berkualitas rendah yang sangat jauh dari kata layak. Tidak sekali dua kali relawan Joli Jolan menemukan pakaian yang sangat tidak pantas pakai, mulai dari baju kotor dan sobek, pakaian dalam yang kusam (pakaian dalam sendiri pun sebenarnya tidak layak untuk didonasikan), hingga sepatu usang yang telah digerogoti tikus.

Inilah yang semestinya perlu dipahami bersama. Donasi merupakan sebuah upaya untuk memberikan barang yang masih layak pakai kepada orang lain secara sukarela. Meskipun ada kata “sukarela”, bukan berarti donasi menjadi kedok untuk membuang barang yang sudah tidak terpakai. Niat berdonasi pun pada akhirnya menjadi kurang lengkap apabila dilakukan dengan cara yang kurang bijaksana.

Memang indikator kelayakan setiap orang dalam memaknai barang donasi itu beragam. Meski indikator setiap orang berbeda, perlu kita pahami bersama bahwa mendonasikan barang berarti memberikan hak kepada pihak lain untuk mengelola barang tersebut. Oleh karena itu perlu adanya rasa tanggung jawab dalam mendonasikan barang agar tidak menganggap kesempatan berdonasi sebagai ajang membuang barang tidak terpakai.

Pertimbangkan Sebelum Berdonasi

Nah, sebelum memutuskan apakah barang tersebut layak didonasikan, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu ke dalam diri sendiri apakah kita merasa nyaman menggunakan barang tersebut di depan umum. Apabila masih, maka barang tersebut relatif layak untuk didonasikan. Namun, apabila kita sendiri pun merasa tidak nyaman menggunakannya, maka perlu kita pertimbangkan ulang untuk mendonasikan barang tersebut. Bisa jadi barang itu memang masih dapat digunakan, tetapi bukan berarti barang tersebut masih layak pakai.

Barang seperti itu tentunya tidak layak pula didonasikan. Mungkin kita bisa mencari alternatif lain melalui komunitas yang dapat mengolah barang usang tersebut menjadi produk yang baru. Siapa tahu barang tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai dari sebelumnya. Namun yang paling penting ke depan, bijaklah dalam membelanjakan uang untuk keperluan fesyen. Dengan demikian kita bisa mengurangi potensi sampah fesyen yang membebani bumi.