Sabtu kemarin menjadi hari yang spesial bagi Joli Jolan. Usai libur dua pekan, akhirnya kami bisa bersua kembali dengan kawan-kawan. Seperti yang kami duga, pengunjung tumpah ruah, mulai dari warga yang hendak berburu pakaian/barang, maupun warga yang berdonasi. Beberapa pengunjung bahkan sudah menanti pagar Joli Jolan dibuka sejak pukul 09.30 WIB, setengah jam sebelum operasional dimulai.
Antusiasme yang semakin meningkat inilah yang kami lihat di ruang ini dari waktu ke waktu. Untuk menjaga kenyamanan semua yang berkunjung, kami perlu membikin sejumlah terobosan atau pembenahan. Bagi yang hadir kemarin mungkin kaget ketika kami memberlakukan nomor antrean untuk masuk ke Joli Jolan.
Ya, sistem ini mulai kami ujicoba untuk mengurai padatnya pengunjung, terutama di jam 10 pagi. Belakangan kami melihat warga cenderung berdesakan/tidak mau kalah untuk masuk duluan ke Joli Jolan. Istilah kata, sudah mirip start lomba lari. Hal ini tentu membahayakan pengunjung rentan seperti anak, lansia, atau ibu hamil.
Tak hanya itu, kenyamanan memilih pakaian juga berkurang karena semua langsung tumplek blek di awal. Adanya nomor antrean membuat pengunjung masuk bertahap, sehingga diharapkan menjaga kenyamanan semua pihak. Kami akui masih banyak kekurangan di awal penerapannya. Sejumlah masukan sudah kami catat dan evaluasi. Tentu kami juga berharap masukan dari pengunjung.
Kegembiraan Sabtu kemarin semakin lengkap karena sukarelawan berkumpul untuk makan bareng dan halalbihalal. Salah satu sukarelawan awal kami yang kini tinggal di Bandung, Zen Al Ansory, juga mampir ke Kerten untuk melepas kangen. Terima kasih untuk video pendek ini ya!

Ada pula sejumlah tamu mulai dari komunitas Innerchild, psikolog Xavera Adis hingga mahasiswa FISIP UNS. Mereka menawarkan kolaborasi keren bareng Joli Jolan, yang pastinya segera akan kami kabarkan. Kami ucapkan terima kasih pada semuanya yang tak lelah saling bantu. Panjang umur solidaritas.


