WhatsApp Image 2024-10-14 at 11.34.03 AM
Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp

Bisnis Tinja (Site Visit with IUWASH TANGGUH)

Peserta meyaksikan proses pengolahan lumpur tinja yang dimulai sejak diturunkannya lumpur tinja dari truk pengangkut ke dalam kolam penampungan.

Hari Habitat Sedunia (World Habitat Day) diperingati setiap Hari Senin pertama di bulan Oktober yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang disingkat PBB. Peringatan ini merefleksikan kondisi kota-kota besar dan kecil, serta hak dasar setiap orang untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak termasuk layanan sanitasi. Tema Hari Habitat Sedunia tahun 2024 adalah melibatkan kaum muda untuk menciptakan masa depan perkotaan yang lebih baik.

USAID IUWASH Tangguh mengadakan pre-event Hari Habitat Sedunia pada Hari Selasa, 8 Oktober 2024 dengan mengajak jurnalis, komunitas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan influencer dari Soloraya dan Kota Salatiga untuk mengunjungi Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Ngronggo di Kota Salatiga.

Joli Jolan sebagai komunitas yang bergerak dalam bidang sosial dan lingkungan diundang berpartisipasi dalam pra-event Hari Habitat Sedunia oleh USAID IUWASH Tangguh.

Dalam pra-event tersebut, kami diajak untuk berdiskusi tentang pengelolaan lumpur tinja bersama Kepala Dinas PUPR Kota Salatiga, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas PUPR sebagai pengelola IPLT, beserta komunitas sanitasi aman Salatiga. Saat kunjungan lapangan, kami juga diajak untuk melihat langsung bagaimana proses pengolahan lumpur tinja di IPLT Ngronggo.

Peserta mendapatkan penjelasan yang komprehensif mengenai sanitasi aman, termasuk bahaya kebocoran septic tank terhadap lingkungan. Septic tank adalah tempat penampungan tinja di rumah. Septic tank yang bocor bisa mencemari sumber air warga seperti sumur. Hal ini membuat sumur terkontaminasi bakteri e-coli yang berbahaya bagi kesehatan.

Kunjungan lapangan di kawasan IPLT Ngronggo diawali dengan menyaksikan proses pengolahan lumpur tinja yang dimulai sejak diturunkannya lumpur tinja dari truk pengangkut lumpur tinja ke dalam kolam penampungan.

Truk pengangkut lumpur tinja ini bekerja dalam program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) yang menyedot tinja dari septic tank warga untuk diproses di IPLT. Lalu, lumpur tinja dialirkan ke bak penampungan untuk dipisahkan antara air dan padatan.

Proses pemisahan antara air dan padatan dilakukan dengan cara konvensional, yaitu menggunakan metode drying bed. Cairan lumpur tinja dialirkan dengan memanfaatkan gaya gravitasi melalui media yang dapat menyerap cairan atau gas dalam bak penampungan.

Hasil dari proses pemisahan itu adalah air yang dimurnikan dan padatan yang diolah menjadi pupuk yang siap digunakan untuk tanaman hias ataupun tanaman keras. Sedangkan air yang sudah dimurnikan dialirkan ke badan-badan air atau sungai terdekat sehingga tidak mencemari tanah dan sungai.

Pengelolaan lumpur tinja ini bisa dijadikan ladang bisnis komersial karena hasil dari olahan padatan lumpur tinja dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, di samping bisnis L2T2 atau yang jamak disebut sedot tinja. L2T2 juga turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga.

Sayangnya, layanan ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal, ini penting untuk meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Sedot tinja juga sebaiknya tidak dilakukan hanya saat wc mampat, tetapi harus secara berkala 3-5 tahun sekali. Jadi, sudahkan kamu mendaftar L2T2 di kotamu?

A short summary oleh Maheswari Damai
Relawan Ruang Solidaritas Joli Jolan
Solo, 3 Oktober 2024