WhatsApp Image 2024-09-28 at 5.06.49 PM (1)
Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp

Menyelami Kebahagiaan Publik di Tilikan Fest

“Serius ini gratis?,” tanya seorang perempuan muda seakan tak percaya melihat tas jinjing incarannya.

“Terima kasih, sangat bermanfaat.” “Terima kasih sudah berbagi.” “Semoga ada terus”. Deretan kalimat itu tertulis dalam kolom pesan di daftar pengunjung Joli Jolan di Tilikan Fest 2024. Ya, silih berganti pengunjung, mayoritas anak muda, menyambangi stan Joli Jolan dalam acara yang digelar di Lokananta Bloc, akhir pekan lalu.

Seperti perkiraan, pengunjung stan Joli Jolan lebih antusias dengan deretan buku gratis ketimbang pakaian. Hal ini seperti saat kami berpartisipasi di acara Urban Social Forum di Lokananta beberapa waktu lalu. Joli Jolan tentu tak hendak menyaingi bazar buku yang juga menjadi acara di Tilikan Fest. Kami hanya menjadi alternatif bagi pengunjung kegiatan yang ingin menambah literasi, tetapi kantong sedang tak bersahabat.

Beberapa kali pengunjung tak percaya ketika kami memberikan barang secara cuma-cuma. “Serius ini gratis?,” tanya seorang perempuan muda seraya menutup mulutnya. Saat itu dia tertarik dengan sebuah tas jinjing yang masih berplastik. Karena sungkan mengambilnya secara gratis, dia pun memasukkan sejumlah uang ke kotak donasi.

Donasi seikhlasnya itu nantinya dipakai untuk menunjang operasional Joli Jolan. Sebuncah kebahagiaan pun muncul dari praktik berbagi sederhana. Pengalaman yang kami dapatkan di Tilikan Fest tampaknya membuktikan hasil riset World Happiness Report pada 2022. Dalam penelitian itu, bukan perilaku hedon, konsumerisme atau pamer barang mewah yang menentukan kebahagiaan sejati seseorang.

Justru perilaku prososial, mendermakan harta untuk amal, berbagi pada orang asing, dan kerelawanan yang lebih dominan membentuk tingkat kebahagiaan. Hal lain yang melegakan kami saat join di Tilikan Fest adalah bisa bertemu kawan lama sekaligus kawan baru. Beberapa pengunjung, panitia, maupun awak komunitas di acara ini sudah kami kenal baik.

Acara kemarin menjadi wadah kami bertukar cerita tentang apa pun. Kami juga jadi bisa berkenalan dengan komunitas dan kawan baru, lantas menjajaki peluang berkegiatan bareng ke depan. Modal sosial ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Joli Jolan, yang sejak awal bergerak kolektif bersama warga.

Kami jadi ingat ujaran seorang ilmuwan politik bernama Robert Lane. Dia bilang kebahagiaan hanya dapat ditemukan dalam hal-hal yang mendahului uang. Hal itu seperti keluarga, teman, atau komunitas yang secara alamiah menjadi sumber makna dan tujuan hidup. Sekali lagi, terima kasih Tilikan Fest. Semoga bisa berjumpa kembali di kesempatan berikutnya. Panjang umur solidaritas.

Chrisna Chanis Cara

Pembelajar kooperasi. Salah satu pendiri Joli Jolan.