Categories
Reportase

Menyelami Kebahagiaan Publik di Tilikan Fest

“Terima kasih, sangat bermanfaat.” “Terima kasih sudah berbagi.” “Semoga ada terus”. Deretan kalimat itu tertulis dalam kolom pesan di daftar pengunjung Joli Jolan di Tilikan Fest 2024. Ya, silih berganti pengunjung, mayoritas anak muda, menyambangi stan Joli Jolan dalam acara yang digelar di Lokananta Bloc, akhir pekan lalu.

Seperti perkiraan, pengunjung stan Joli Jolan lebih antusias dengan deretan buku gratis ketimbang pakaian. Hal ini seperti saat kami berpartisipasi di acara Urban Social Forum di Lokananta beberapa waktu lalu. Joli Jolan tentu tak hendak menyaingi bazar buku yang juga menjadi acara di Tilikan Fest. Kami hanya menjadi alternatif bagi pengunjung kegiatan yang ingin menambah literasi, tetapi kantong sedang tak bersahabat.

Beberapa kali pengunjung tak percaya ketika kami memberikan barang secara cuma-cuma. “Serius ini gratis?,” tanya seorang perempuan muda seraya menutup mulutnya. Saat itu dia tertarik dengan sebuah tas jinjing yang masih berplastik. Karena sungkan mengambilnya secara gratis, dia pun memasukkan sejumlah uang ke kotak donasi.

Donasi seikhlasnya itu nantinya dipakai untuk menunjang operasional Joli Jolan. Sebuncah kebahagiaan pun muncul dari praktik berbagi sederhana. Pengalaman yang kami dapatkan di Tilikan Fest tampaknya membuktikan hasil riset World Happiness Report pada 2022. Dalam penelitian itu, bukan perilaku hedon, konsumerisme atau pamer barang mewah yang menentukan kebahagiaan sejati seseorang.

Justru perilaku prososial, mendermakan harta untuk amal, berbagi pada orang asing, dan kerelawanan yang lebih dominan membentuk tingkat kebahagiaan. Hal lain yang melegakan kami saat join di Tilikan Fest adalah bisa bertemu kawan lama sekaligus kawan baru. Beberapa pengunjung, panitia, maupun awak komunitas di acara ini sudah kami kenal baik.

Acara kemarin menjadi wadah kami bertukar cerita tentang apa pun. Kami juga jadi bisa berkenalan dengan komunitas dan kawan baru, lantas menjajaki peluang berkegiatan bareng ke depan. Modal sosial ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Joli Jolan, yang sejak awal bergerak kolektif bersama warga.

Kami jadi ingat ujaran seorang ilmuwan politik bernama Robert Lane. Dia bilang kebahagiaan hanya dapat ditemukan dalam hal-hal yang mendahului uang. Hal itu seperti keluarga, teman, atau komunitas yang secara alamiah menjadi sumber makna dan tujuan hidup. Sekali lagi, terima kasih Tilikan Fest. Semoga bisa berjumpa kembali di kesempatan berikutnya. Panjang umur solidaritas.

Categories
Sudut Joli Jolan

Tilikan Fest 2024: Joli Jolan Ramaikan Skena Distribusi

Akhir pekan ini Joli Jolan akan ikut berpartisipasi di Festival Literasi Seni Solo, TILIKAN FEST. Acara ini akan digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (20-22/9/2024) di Lokananta Bloc. Ada banyak pertunjukan, diskusi, workshop, dan komunitas-komunitas keren yang bisa kawan temukan di acara ini.

Joli Jolan sendiri bakal berpartisipasi di kegiatan Koleb Konek, wadah yang mempertemukan komunitas independen di Solo dan sekitarnya. Masuk di skena distribusi, Joli Jolan akan membawa beberapa barang yang bisa diakses secara gratis ataupun barter seperti pakaian, bahan bacaan, tas, sepatu, dan aksesoris lain.

Selain itu, kami akan membawa sejumlah merch seperti kaus, pouch stiker, bordir yang bisa kawan beli untuk mendukung gerakan Joli Jolan. Di Tilikan Fest, Joli Jolan juga bakal memperkenalkan produk upcycle terbaru. Belum lama ini, kami bekerja sama dengan sebuah usaha mikro untuk mengolah donasi pakaian tak layak menjadi produk keset.

Jadi jangan sampai terlewatkan acaranya ya! Sila mampir dan memanfaatkan ruang distribusi kami, atau sekadar diskusi untuk membuka peluang-peluang kolaborasi di masa depan. Untuk galeri Kerten, Sabtu pekan ini kami izin tutup dulu. Layanan di Kerten akan kembali seperti biasa mulai Sabtu, 28 September 2024.

Panjang umur solidaritas!

Categories
Komunitas

Joli Jolan Tularkan Semangat Berbagi di Petak Rembuk USF 10

Minggu 10 Desember 2023, Joli Jolan mendapat kesempatan untuk sharing pengalaman dalam kegiatan Petak Rembuk Urban Social Forum (USF) 10 di pendopo Lokananta. Kegiatan yang diinisiasi Kolektif Agora ini menghadirkan dua sukarelawan Joli Jolan, Chrisna Chanis Cara dan Ika Yuniati. Mereka menceritakan sederet perjalanan Joli Jolan selama empat tahun dalam merajut solidaritas di Kota Solo.

Dalam salah satu penjelasannya, Chrisna menjelaskan perjalanan Joli Jolan selama empat tahun penuh dengan cerita menarik dan inspiratif. Antusiasme masyarakat saat mendonasikan barang layak menjadi inti yang mewarnai perjalanan Joli Jolan. Bahkan ada beragam pengalaman sentimental dari para donatur saat merelakan dan mendonasikan barang-barang kesayangan mereka. Mereka berharap barang-barang pemberian tersebut dapat dimanfaatkan orang lain yang lebih membutuhkan.

Salah satu pengalaman menarik lainnya terjadi saat pandemi Covid-19. Seperti komunitas-komunitas lain pada umumnya, Joli Jolan pun terdampak gelombang pandemi ketika galeri Joli Jolan baru dibuka empat bulan untuk umum. Kebijakan pemerintah dan pertimbangan kesehatan mengharuskan Joli Jolan menutup total galeri dari aktivitas publik.

Menariknya, pandemi malah menjadi momentum yang tepat dalam menghidupkan semangat solidaritas yang menjadi fondasi utama Joli Jolan. Joli Jolan berupaya untuk aktif mendukung ketahanan pangan melalui program dapur umum. Beberapa komunitas lain pun turut serta membantu penyediaan pangan untuk dibagikan ke masyarakat sekitar. Joli Jolan meyakini bahwa semangat warga bantu warga harus ditumbuhkan di masa krisis seperti itu.

Sesuatu yang Baik Harus Diupayakan dengan Baik

Bukan berarti perjalanan empat tahun senantiasa mulus. Ada beragam pengalaman kurang menarik dalam mengelola Joli Jolan. Salah satunya tentang bagaimana Joli Jolan sering dianggap sebagai tempat ‘pembuangan’ barang tidak layak pakai. Tidak hanya sekali dua kali Joli Jolan menerima barang-barang kurang pantas untuk didonasikan, seperti pakaian lusuh hingga pakaian dalam bekas. Siapa yang bersedia menerima barang seperti itu?

Sesuatu yang baik tentu perlu diupayakan secara baik agar menghasilkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, mendonasikan barang perlu diniati dengan niat yang juga baik. Sehingga, apa yang diberikan dapat memberikan manfaat yang tepat bagi penerima. Seperti yang sering diingatkan Ika Yuniati bahwa berdonasi itu berarti mendonasikan barang terbaik untuk kebahagiaan orang lain. Berdonasi harus menjadi upaya dua arah yang tidak hanya mengosongkan ruang penyimpatan donatur, tetapi juga memberikan dampak positif kepada orang lain.

Selama 45 menit, forum sharing Petak Rembuk ini menjadi sarana menebar nilai-nilai inspitarif dan pembelajaran terkait solidaritas. Ke depan Joli Jolan berharap keberadaan komunitas tersebut dapat menebar manfaat kepada lebih banyak orang. Tidak hanya di Kota Solo, tetapi juga kota-kota lain di Indonesia. Sehingga semangat solidaritas akan terus menginspirasi siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

Categories
Komunitas

Joli Jolan Berbagi Pengalaman di Petak Rembuk USF 10

Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia beberapa waktu lalu memberikan pengalaman berharga bagi kita semua. Terlepas dari rentetan kabar duka, ada sisi positif yang mengemuka di sekeliling kita. Ya, rasa solidaritas dan semangat warga bantu warga sangat kental. Resiliensi ini berhasil membuat kita keluar dari masa sulit pandemi Covid-19.

Joli Jolan sendiri punya sederet cerita yang menunjukkan bahwa masyarakat bisa berdaya. Tak perlu menunggu pemerintah, inisiatif-inisiatif kecil yang konsisten nyatanya bisa diandalkan untuk sedikit menjadi solusi masalah.

Dalam Petak Rembuk yang diinisiasi oleh Kolektif Agora @kolektifagora di Urban Social Forum @urbansocialforum, dua sukarelawan kami yakni Chrisna Chanis Cara @chrisna_chanis dan Ika Yuniati @ikayun akan berbagi pengalaman soal bagaimana Joli Jolan melalui pandemi dan tetap merawat gerakannya hingga kini.

Acara dikonsep diskusi santai di Lokananta Bloc @lokanantabloc, Minggu 10 Desember 2023 pukul 16.00-16.30 WIB. Banyak juga diskusi lain yang tak kalah menarik yang digelar sejak Sabtu 9 Desember 2023 di SMPN 10 Solo. Sampai jumpa di Lokananta!

Categories
Komunitas

Joli Jolan Gabung di Urban Social Forum 10

Akhir pekan ini Joli Jolan bakal ikut berpartisipasi di Urban Social Forum (USF) nih! Kami akan hadir di hari kedua USF yakni pada Minggu 10 Desember 2023 di Lokananta. Dalam forum perkotaan yang sudah memasuki tahun kesepuluh ini, Joli Jolan akan bergabung di dua agenda.

Pertama adalah diskusi santai bertajuk Petak Rembuk yang akan digelar pukul 16.00-16.30 WIB. Bersama Kolektif Agora, Joli Jolan akan berbagi pengalaman soal membangun gerakan warga bantu warga hingga tetap bertahan sampai sekarang.

Joli Jolan juga bakal berpartisipasi di Gerai Komunitas. Selama setengah hari, tepatnya pukul 10.00-17.00 WIB, kami akan “memindahkan” galeri kami ke halaman Lokananta. Kawan bisa mendapatkan pakaian hingga buku-buku keren secara gratis, barter, atau dengan berdonasi.

Kami juga akan membawa merchandise eksklusif yakni kaus Joli Jolan dengan jumlah sangat terbatas. Kawan bisa mendapatkannya dengan berdonasi 100k. Seluruh donasi akan kami gunakan untuk membiayai gerakan ke depan.

Oh ya, Urban Social Forum digelar sejak Sabtu 9 Desember 2023 ya di SMPN 10 Surakarta. Banyak panel diskusi perkotaan menarik yang bisa kawan ikuti secara gratis. Yang penasaran bisa langsung cek Instagram @urbansocialforum atau website-nya di urbansocialforum.or.id. Sampai jumpa!