Pada zaman kiwari, kita diajak membaca sejarah dengan cara yang cukup mudah. Salah satunya disampaikan lewat ingar bingar panggung musik. Begitu kiranya misi utama festival musik andalan Prambanan Jazz Festival (PJF) hingga mampu melewati sewindu perjalanan.
Momen yang paling mengena pada perayaan sewindu Prambanan Jazz Festival akhir pekan lalu yakni penampilan solois asal Yogyakarta, Kunto Aji. Pernah gagal kompetisi ajang pencarian bakat, ia justru bertemu dengan dirinya sendiri. Berkarier sebagai penyanyi tunggal hingga mencipta album Mantra Mantra yang mengajak pendengarnya kontemplasi setidaknya tiga tahun terakhir ini.
Gebukan drum dimulai, suara sang penyanyi terdengar hangat di telinga. Saatnya menikmati lirik lagu sembari glorifikasi masa lalu. Disusul romansa Bandung Bandawasa dan Roro Jonggrang yang terekam kuat dari latar panggung siluet Candi Prambanan.
Deretan lagu ciptaan Kunto Aji yang dinyanyikan saat PJF hari kedua, Sabtu (2/7/2022), membawa Joani Twelvia, 32, pada ruang nostalgia tiga tahun silam. Nomor andalan berjudul Sulung yang dirilis bersama album Mantra Mantra akhir 2018 dan booming 2019 jadi obat penawar rindu baginya.
Lirik “cukupkanlah, ikatanmu, relakanlah yang tak seharusnya untukmu” yang dibawakan dengan lampu temaram membuat Joani semakin terharu. Cerita soal kerelaan melepaskan sesuatu itu jadi judul paling sentimental bagi Joani atau biasa dipanggil Jojo sepanjang PJF 2022. “Rasanya adem banget. Seneng akhirnya bisa merasakan konser langsung setelah dua tahun absen karena pandemi,” ucap penggemar Kunto Aji asal Solo ini, Sabtu.
Jojo mengamini latar Candi Prambanan yang menjadi venue langganan PJF tak pernah gagal dalam mengiringi konser musikus Tanah Air. Bersama ribuan penikmat musik lainnya, Jojo, sing along hampir sepanjang pentas.
Sebelum Kunto Aji, Jojo dan para penggemar PJF lain juga diajak kontemplasi lewat lagu-lagu dengan beat pelan oleh solois Tulus. Sejumlah judul hit di album terbarunya Manusia, dinyanyikan selama satu jam tanpa jeda. Hati-Hati di Jalan, Diri, dan Jatuh Suka langsung direspons penonton dengan sing along bersama.
Saking tingginya antusias penggemar, Tulus, diundang kembali pada PJF 2022 hari ketiga, Minggu (3/7/2022). Langganan jawara Anugerah Music Indonesia di sejumlah kategori ini menutup PJF 2022 hari terakhir dengan apik. Euforia merayakan kembali panggung jaz bersama Tulus pada Minggu malam tak terasa membosankan meski ia kembali membawa song list sama seperti sebelumnya.

Meriah
PJF 2022 merupakan gelaran musik tahunan berskala internasional. Panitia mengklaim setiap tahunnya selalu menyuguhkan proses kolaborasi antara dua mahakarya, yakni musik dan narasi sejarah Candi Prambanan.
Founder Rajawali Indonesia sekaligus CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, melalui rilis yang dikirimkan kepada wartawan, Senin (4/7/2022) mengatakan penyelenggaraan PJF 2022 berlangsung meriah. “Alhamdulillah penyelenggaraan Prambanan Jazz selama tiga hari berjalan dengan lancar, bahkan melebihi dari ekspektasi kami sebelumnya. Kami semua benar-benar merayakan rindu bersama. Sama seperti tema yang kami usung pada tahun ini,” kata Anas.
Mengusung tema Sewindu Merayakan Rindu, PJF 2022 menjadi momen perayaan dua tahun pertemuan setelah pandemi sekaligus delapan tahun perjalanan PJF sejak 2014 silam. Perayaan tahun ini diadakan selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (1-3/7/2022).
Sejumlah musikus Tanah Air mengawal pentas pertemuan PJF 2022 dengan para penggemarnya. Mereka di antaranya Andien, Pamungkas, Ardhito Pramono, Maliq & D’Essentials, Kukuh Kudamai feat Ndarboy Genk, Diskoria feat Fariz RM, Melancholic Bitch, Dere, Tulus, Kunto Aji, Padi Reborn, Sore, Mus Mujiono, Deddy Dhukun, Nania Yusuf, Everyday, dan Trio Lestari.
Sama halnya dengan penonton, vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, ikut antusias dengan PJF 2022 yang diselenggarakan secara offline tahun ini. Ia mengibaratkan kedekatan Prambanan Jazz dan Kahitna seperti lagunya berjudul Soulmate. “Prambanan Jazz dan Kahitna itu sudah seperti Soulmate. Ngerasa bangga bisa tampil di Prambanan Jazz tahun ini. Kami bangga sekali bisa manggung di sini. Karena Candi Prambanan adalah warisan budaya asli Indonesia, dan kami adalah musisi yang berasal dari Indonesia. Prambanan Jazz adalah event yang selalu kami tunggu,” puji Mario.


