Categories
Komunitas

Festival Literasi dan Seni Anak Bolali

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Kelompok 285 yang bertempat di Desa Bolali, Wonosari, Klaten telah menyelenggarakan program kerja utama berupa Festival Literasi dan Seni Anak Bolali. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2025 tersebut mengangkat tema Moderasi Beragama. Kegiatan yang diselenggarakan di kantor halaman Desa Bolali ini turut mengundang pihak sponsorship dan media partner untuk mendukung suksesnya acara.

Kegiatan ini ditujukan untuk semua kalangan anak-anak yang ada di Desa Bolali dan dapat diakses secara gratis atau tanpa dipungut biaya. Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai toleransi sejak dini pada anak-anak Desa Bolali melalui media edukasi yang kreatif. Festival ini menyajikan beranekaragam kegiatan menarik seperti mewarnai gambar yang mengandung pesan toleransi beragama, membaca buku gratis, mendengarkan dongeng, pembagian makanan, mainan, dan tas gratis yang merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas sosial Ruang Solidaritas Joli Jolan.

Kegiatan ini sangat didukung dan mendapat sambutan positif oleh pihak masyarakat dan anak-anak Bolali. Hal tersebut dapat dilihat dari antusias mereka yang cukup tinggi. Bahkan sebagian besar anak-anak sudah membawa peralatan sendiri untuk mengikuti kegiatan ini dan berangkat lebih awal dari waktu yang sudah diinformasikan. Ibu Barokah, salah satu warga Desa Bolali, mengatakan, “Saya sangat senang mendapatkan tas yang sangat layak pakai, bisa untuk dipakai ke kondangan, atau main. Apalagi lihat atusias ibu-ibu lain yang menghantarkan anaknya untuk mengikuti kegiatan ini saya turut terharu kalau warga sini kompak semua untuk mendukung kegiatan satu sama lain”.

Categories
Komunitas

patjarmerah Solo: Simpul Kolaborasi dan Gotong Royong Literasi

Kabar bertumbangannya satu per satu toko buku besar di Indonesia memunculkan sejumlah asumsi terkait perkembangan literasi di Indonesia. Tuduhan bahwa minat literasi Indonesia rendah kembali dilontarkan, bersamaan dengan persaingan buku cetak dengan buku elektronik, dan juga pembajakan yang tak kunjung berhasil diatasi.

Pada saat kabar itu terdengar dan menjadi pembahasan panas di media sosial, patjarmerah, Pasar Buku dan Festival Kecil Literasi Keliling Nusantara justru mengumumkan mereka akan bergerak menuju Solo. Toko buku mereka pun buka di Pos Bloc Jakarta dan Fabriek Bloc Padang. Mengapa pada saat toko buku-toko buku besar banyak yang gulung tikar, patjarmerah justru tetap bisa berkeliling dan berkembang?

“Karena kami dirawat oleh semangat kolaborasi dan gotong royong literasi,” kata Windy Ariestanty, pendiri dan penggagas patjarmerah. Kesadaran bahwa buku harus dipercakapkan dan harus menciptakan ruang interaksi inklusif adalah salah satu alasan yang mendorong kelahiran patjarmerah. “Kami masih berpegang pada semangat itu. Itu juga masih menjadi DNA kami.” Kolaborasi dan gotong royong membuat apa-apa yang terasa tidak mungkin menjadi mungkin untuk diwujudkan. Membuat pasar buku dan festival secara berkeliling untuk mendekatkan akses literasi membutuhkan banyak pertaruhan. Beruntungnya, di setiap tempat kami selalu mendapati kawan-kawan yang punya semangat sama, di Solo salah satunya.

Literasi Pendorong Revitalisasi Tradisi

Solo memiliki rekam jejak yang panjang, tidak hanya dalam dunia pergerakan, tetapi juga literasi. Di mata Akhmad Ramdhon, dosen Universitas Sebelas Maret dan juga pegiat literasi Solo, jejak panjang literasi yang membentuk Solo adalah hasil perpaduan keberadaan tradisi Kasunanan dan Mangkunegaran. Kesadaran akan pentingnya kekuatan literasi ini juga turut membingkai perubahan dan modernisasi kota, salah satunya lewat pers lokal. Patahan kondisi masa lalu dan masa depan ini jugalah yang menjadi kerja-kerja strategis warga kota: pemerintah, pendidikan, dan komunitas.

“Rekam jejak patjarmerah di tiap titiknya menunjukkan mereka punya kemampuan merangkul para tiang sanggah dari ekosistem literasi, mempertemukan mereka dalam satu arena serta berkolaborasi,” kata Ramdhon. Keberadaan patjarmerah di Solo jadi terasa penting karena gerakan yang digawangi anak-anak muda ini bisa jadi pendorong, penggerak, juga pengingat bahwa sebuah tempat tanpa pondasi literasi akan kehilangan identitasnya. Revitalisasi tradisi selalu dimulai dari literasi.

Ini jugalah yang dilihat oleh Mufti Rahardjo, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispersipda) Solo. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Solo, sehingga mendukung patjarmerah Solo. Sebagai salah satu kebutuhan dasar yang kodrati, kata Mufti, literasi membuat kita mendapatkan bagian dari pemenuhan jawaban kognitif (cipta), afektif (rasa), dan psikomotoris (karsa). Bagi Mufti kehadiran patjarmerah dengan segala portofolio dan beragam aktivitasnya memberi ruang yang segar bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

“Seharusnyalah literasi menjadi denyut dari setiap tempat,” katanya. “Dan itu harus diupayakan bersama-sama, beramai-ramai, bergotong royong.”

Selain keterlibatan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispersipda) Solo dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo, sejumlah penulis, penerbit, pegiat literasi, pekerja kreatif berbagai bidang, dan komunitas-komunitas kreatif di Solo juga turut terlibat. Mereka berkolaborasi dengan penulis, pegiat literasi, pekerja kreatif berbagai bidang, dan komunitas dari luar Solo. Ada satu juta buku terbitan lebih dari 100 penerbit di Indonesia, juga lebih dari 100 pembicara pilihan mengisi festival literasi patjarmerah di Solo.

“Selain ada Ratih Kumala, Joko Pinurbo, Reda Gaudiamo, Yusi Avianto Pareanom, Ivan Lanin, Martin Suryajaya, Felix K. Nessi, para penulis dan kawan-kawan Solo dari berbagai bidang kreatif pun hadir,” kata Ringgana Wandy Wiguna, salah satu relawan patjarmerah Solo yang bertugas di Divisi Komunikasi. Ia menyebut nama Indah Darmastuti, Yudhi Herwibowo, Panji Sukma, Jungkat-Jungkit, Fanny Chotimah, dan lain-lain. Informasi lengkap terkait acara festival ini bisa dilihat di patjarmerah.com/solo.

patjarmerah Solo akan diadakan pada 1-9 Juli 2023 di Ndalem Djojokoesoeman, Gajahan, Pasar Kliwon, Solo. Bangunan ini adalah salah satu cagar budaya yang penting bagi Solo karena merupakan bagian dari sejarah perkembangan Kota Surakarta sebagai Kota Kerajaan Masa Mataram Islam.

Categories
Reportase

Digifun, Upaya Membangun Ekosistem Digital yang Menyenangkan

SOLO—Sejumlah upaya membangun ekosistem digital terus digaungkan di Kota Solo. Tak hanya mendorong munculnya platform-platform bisnis, perlu ada upaya edukasi agar masyarakat memiliki kecakapan digital. Hal tersebut menjadi misi Digifun Festival 2022 yang akan digelar di Grand Atrium Solo Paragon, Jumat-Minggu (26-28/8/2022).

Digifun menjadi ajang bertemunya para pelaku, kreator, dan stakeholder industri digital untuk saling menyampaikan gagasan dan ide. Festival yang diinisiasi Look Creative dan Indonesia Esports Association (IESPA) Jawa Tengah ini mendorong ekosistem digital melalui tiga lini yakni E-sport, Edutaintment, dan Expo. “Kami ingin acara ini dapat mengambil peran untuk membangun ekosistem digital di Kota Solo,” ujar koordinator pelaksana Digifun, Agnya Paramarta, dalam keterangannya, Kamis.

Festival akan diisi beberapa kegiatan yakni turnamen e-sport (Free Fire), pameran karya digital, talkshow, expo hingga pergelaran musik. Pada penyelenggaraan perdana ini, Digifun memilih e-sport sebagai program utama untuk menjembatani minat generasi muda. Penyelenggara Digifun menggandeng IESPA untuk menggelar kompetisi Free Fire selama tiga hari. “Selain kompetisi e-sport, ada beberapa program edukasi mengenai terobosan digital yang akan digeber di festival,” imbuh Agnya.

Di hari pertama, akan ada talkshow yang membahas soal bagaimana mendistribusikan konten ke dalam platform digital. Talkshow tersebut menghadirkan Zen Al Ansory sebagai founder platform Bicaralive.id dan In Magma founder dari Pregnant Pause. Hari kedua, ada talkshow dari Mona Liem seorang kurator dan artpreneur, yang akan mengulik tema aplikasi digital art dalam industri masa kini.

Pada hari ketiga, Digifun giliran membahas pentingnya berinvestasi yang aman dengan pilihan instrumen investasi digital ataupun konvensional (selengkapnya lihat jadwal acara). Ketua acara Digifun, Zen Al Ansory, mengatakan Digifun ingin memberika stimulus bagi generasi muda dan masyarakat secara umum agar memiliki kecapakan digital. “Kami juga ingin memperkenalkan dan menghubungkan  ekosistem digital lokal, nasional, dan internasional. Sebagai embrio festival digital, kami berharap Digifun 2022 dapat mewujudkan ekosistem digital city festival yang kolaboratif, integratif, dan inovatif,” ujar Zen.

Jadwal Acara

Jum’at, 26 Agustus 2022

14.00 : Opening MC

14.15 : Speech from Chairman of IESPA Irman Jaya Wardana

14.30 : Speech from Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka

15.00 : Opening Ceremony (Oleh Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka)

15.15 : Offline Qualification sesi I

16.15 : Music Performance : Bugy and Friend

16.30 : Talkshow: BicaraLive.id (Zen Al Ansory) Pregnant Pause (InMagma) “Distribusi Konten melalui Digital Platform”.

17.15 : Break Maghrib

18.30 : Offline Qualification sesi II

19.30 : Music Performance: TEORI

20.00 : Announcement Winner to Semi Final

Sabtu, 27 Agustus 2022

13.00 : Opening Day II preparation

14.15 : Opening MC

14.30 : Semi-Final Qualification sesi I

16.30 : Talkshow: Mona Liem (Media Art Globale & Connected Art Platform) “Aplikasi Digital Art kedalam kebutuhan industri multimediahari ini”.

17.00 : Dance Performance: Carbon Kru

17.30 : Break Maghrib

18.30 : Semi Final Qualification sesi II

19.30 : Talkshow: BRM Suryo Adhityo Nuswantoro (Ketua Umum IESPA Jawa Tengah) “Sharing Knowledge tentang Kompetisi E-sport di Ajang Kejuaraan Dunia”.

20.00 : Music Performance: Malinoa

20.30 : Announcement Winner to Final

Minggu, 28 Agustus 2022

13.00 : Opening Day III preparation

14.15 : Opening Game

14.30 : Hammer Drum Performance

15.30 : Stand Up Comedy Arum Mudub

16.30 : Talkshow: Erose Perwita (The Investor) & Tokocrypto “Pentingnya Memulai Investasi yang Aman untuk Generasi Z”.

17.00 : Final Qualification

17.30 : Break Maghrib

19.00 : Music Performance: Disco Ringroad

19.30 : Announcement Awarding FF

20.00 : Closing Digifun

Categories
Reportase

Merayakan Jaz Prambanan, Membaca Peradaban

Pada zaman kiwari, kita diajak membaca sejarah dengan cara yang cukup mudah. Salah satunya disampaikan lewat ingar bingar panggung musik. Begitu kiranya misi utama festival musik andalan Prambanan Jazz Festival (PJF) hingga mampu melewati sewindu perjalanan.

Momen yang paling mengena pada perayaan sewindu Prambanan Jazz Festival akhir pekan lalu yakni penampilan solois asal Yogyakarta, Kunto Aji. Pernah gagal kompetisi ajang pencarian bakat, ia justru bertemu dengan dirinya sendiri. Berkarier sebagai penyanyi tunggal hingga mencipta album Mantra Mantra yang mengajak pendengarnya kontemplasi setidaknya tiga tahun terakhir ini.

Gebukan drum dimulai, suara sang penyanyi terdengar hangat di telinga. Saatnya menikmati lirik lagu sembari glorifikasi masa lalu. Disusul romansa Bandung Bandawasa dan Roro Jonggrang yang terekam kuat dari latar panggung siluet Candi Prambanan.

Deretan lagu ciptaan Kunto Aji yang dinyanyikan saat PJF hari kedua, Sabtu (2/7/2022), membawa Joani Twelvia, 32, pada ruang nostalgia tiga tahun silam. Nomor andalan berjudul Sulung yang dirilis bersama album Mantra Mantra akhir 2018 dan booming 2019 jadi obat penawar rindu baginya.

Lirik “cukupkanlah, ikatanmu, relakanlah yang tak seharusnya untukmu” yang dibawakan dengan lampu temaram membuat Joani semakin terharu. Cerita soal kerelaan melepaskan sesuatu itu jadi judul paling sentimental bagi Joani atau biasa dipanggil Jojo sepanjang PJF 2022. “Rasanya adem banget. Seneng akhirnya bisa merasakan konser langsung setelah dua tahun absen karena pandemi,” ucap penggemar Kunto Aji asal Solo ini, Sabtu.

Jojo mengamini latar Candi Prambanan yang menjadi venue langganan PJF tak pernah gagal dalam mengiringi konser musikus Tanah Air. Bersama ribuan penikmat musik lainnya, Jojo, sing along hampir sepanjang pentas.

Sebelum Kunto Aji, Jojo dan para penggemar PJF lain juga diajak kontemplasi lewat lagu-lagu dengan beat pelan oleh solois Tulus. Sejumlah judul hit di album terbarunya Manusia, dinyanyikan selama satu jam tanpa jeda. Hati-Hati di Jalan, Diri, dan Jatuh Suka langsung direspons penonton dengan sing along bersama.

Saking tingginya antusias penggemar, Tulus, diundang kembali pada PJF 2022 hari ketiga, Minggu (3/7/2022). Langganan jawara Anugerah Music Indonesia di sejumlah kategori ini menutup PJF 2022 hari terakhir dengan apik. Euforia merayakan kembali panggung jaz bersama Tulus pada Minggu malam tak terasa membosankan meski ia kembali membawa song list sama seperti sebelumnya.

Meriah

PJF 2022 merupakan gelaran musik tahunan berskala internasional. Panitia mengklaim setiap tahunnya selalu menyuguhkan proses kolaborasi antara dua mahakarya, yakni musik dan narasi sejarah Candi Prambanan.

Founder Rajawali Indonesia sekaligus CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, melalui rilis yang dikirimkan kepada wartawan, Senin (4/7/2022) mengatakan penyelenggaraan PJF 2022 berlangsung meriah. “Alhamdulillah penyelenggaraan Prambanan Jazz selama tiga hari berjalan dengan lancar, bahkan melebihi dari ekspektasi kami sebelumnya. Kami semua benar-benar merayakan rindu bersama. Sama seperti tema yang kami usung pada tahun ini,” kata Anas.

Mengusung tema Sewindu Merayakan Rindu, PJF 2022 menjadi momen perayaan dua tahun pertemuan setelah pandemi sekaligus delapan tahun perjalanan PJF sejak 2014 silam. Perayaan tahun ini diadakan selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (1-3/7/2022).

Sejumlah musikus Tanah Air mengawal pentas pertemuan PJF 2022 dengan para penggemarnya. Mereka di antaranya Andien, Pamungkas, Ardhito Pramono, Maliq & D’Essentials, Kukuh Kudamai feat Ndarboy Genk, Diskoria feat Fariz RM, Melancholic Bitch, Dere, Tulus, Kunto Aji, Padi Reborn, Sore, Mus Mujiono, Deddy Dhukun, Nania Yusuf, Everyday, dan Trio Lestari.

Sama halnya dengan penonton, vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, ikut antusias dengan PJF 2022 yang diselenggarakan secara offline tahun ini. Ia mengibaratkan kedekatan Prambanan Jazz dan Kahitna seperti lagunya berjudul Soulmate. “Prambanan Jazz dan Kahitna itu sudah seperti Soulmate. Ngerasa bangga bisa tampil di Prambanan Jazz tahun ini. Kami bangga sekali bisa manggung di sini. Karena Candi Prambanan adalah warisan budaya asli Indonesia, dan kami adalah musisi yang berasal dari Indonesia. Prambanan Jazz adalah event yang selalu kami tunggu,” puji Mario.