Categories
Komunitas

Jaringan Baru dari Warga Posyandu

Apa yang menjadi tantangan utama Joli Jolan saat ini? Jika boleh menyebut salah satu, hal itu adalah keberlimpahan donasi. Ya, hampir setiap hari ada kiriman (terutama pakaian) yang datang di drop box kami. Tentu kami mengapresiasi kebaikan hati kawan-kawan yang telah bersolidaritas melalui Joli Jolan.

Makin hari, makin banyak warga yang telah berbagi dengan berkesadaran, memberikan barang dengan kondisi baik untuk digunakan kembali oleh sesama. Namun di saat yang sama, hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengelola donasi dengan sebaik-baiknya.

Salah satu solusi untuk mengatasi keberlimpahan adalah redistribusi dan membuka jaringan. Akhir pekan ini kami menambah jaringan warga baru, bekerja sama dengan Posyandu Lansia dan Balita di RW XI Manahan, Solo.

Sejumlah pakaian dewasa, anak, dan jilbab kami salurkan untuk warga setempat yang membutuhkan, tentu saja dengan bantuan pengurus posyandu setempat. Pola-pola redistribusi dengan melibatkan warga sejatinya sudah cukup lama kami inisiasi.

Beberapa bahkan mulai melaksanakan kegiatan berbagi secara rutin. Kegiatan itu tersebar di Masjid Al Huda, Kerten; Wirosari, Grobogan; Totosari, Laweyan; Jaten, Karanganyar; Pucangan, Kartasura; hingga Cepu. Jaringan dan kolektivisme ini menjadi modal berharga untuk mendorong pemerataan penerima donasi pakaian/barang.

Apa yang menjadi prioritas kami sejujurnya bukan mendapatkan donasi sebanyak-banyaknya. Donasi secukupnya dengan kualitas terjaga dan sesuai kebutuhan lebih kami utamakan. Oleh karena itu, kami pasti selalu menanyakan terlebih dulu apa yang hendak kawan berikan.

Bukan kami menolak kebaikan kawan-kawan, tapi agar donasi itu nantinya benar-benar tepat guna dan tidak menumpuk di ruang penyimpanan. Karena, tak setiap waktu jaringan yang kami miliki dapat menyerap barang dari Joli Jolan. Sama dengan kami, mereka juga memiliki keterbatasan di sana-sini. Panjang umur hal-hal baik.

Categories
Reportase

Dosen IPB Pulang Kampung Latih SIswa SMK BK 5 Teras Jaringan Mikrotik

Dosen IPB University melatih sejumlah siswa SMK Bhineka Karya (BK) 5 Teras, Boyolali, jaringan mikrotik, Rabu (27/7/2022). Pelatihan itu digelar dalam program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) LPPM IPB University. Para siswa mendapatkan materi membangun jaringan komputer berbasis virtual laboratorium menggunakan Graphical Network Simulator-3 atau GNS3.

Dosen Program Studi Teknik Komputer Sekolah Vokasi IPB University, Bayu Widodo, mengatakan pelatihan ini memberikan pemahaman dan kemampuan teknis terkait jaringan komputer berbasis virtual laboratorium menggunakan GNS3.

“Kemampuan ini dibutuhkan untuk membuat topologi jaringan komputer,” kata Bayu, saat ditemui wartawan di sela acara, Rabu.

Dosen Program Manajemen Informatika Sekolah Vokasi IPB University, Nur Aziezah, menambahkan perangkat GNS3 memiliki sejumlah keunggulan yang cocok untuk para siswa SMK khususnya di Boyolali.

Sebab, GNS3 adalah alat pelengkap yang sangat baik untuk laboratorium nyata bagi network. “Aplikasi ini dapat diinstal dengan mudah di laboratorium karena multiplatform,” sambung dia.

Dia menjelaskan ke depan, pengembangan strategi pembelajaran untuk memperkuat kompetensi para peserta didik khususnya di lingkungan pendidikan vokasi digelar melalui teaching factory atau TEFA.

TEFA merupakan model pembelajaran di SMK dengan konsep layaknya pekerjaan yang ada di dunia industri. Proses pembelajaran digelar terpadu berorientasi pada tindakan dalam lingkungan belajar di sekolah.

“Pembelajaran di sekolah yang berorientasi TEFA dapat memadukan model yang sudah ada Competency Based Training [CBT], model Production Based Training [PBT]. Peserta didik akan memiliki pengalaman belajar yang lebih riil dengan mengutamakan penguasaan kompetensi,” ujar Aziezah.

Sementara itu, Program Dospulkam LPPM IPB University bertujuan mendorong proses alih teknologi, ilmu pengetahuan, dan seni sesuai dengan urgensi kebutuhan masyarakat dan kelestarian sumber daya alam.(*)

*inforial