Categories
Uncategorized

Redistribusi Donasi Jadi Solusi

Mengelola pakaian dan barang yang terus mengalir adalah salah satu kegiatan utama dan rutin dilakukan oleh Joli Jolan. Selama ini, seluruh barang donasi memang disortir ulang oleh sukarelawan untuk memastikan kelayakannya ketika didistribusikan. Namun, saking banyaknya donasi yang datang (terutama pakaian), terkadang kami kewalahan dalam mengelolanya. Tak hanya kewalahan terkait masalah waktu dan sumber daya relawan, melainkan juga kapasitas ruang penyimpanan yang terbatas. Seringkali kami harus menolak donasi pakaian, terutama pakaian perempuan, karena stok di galeri yang masih sangat melimpah.

Keseimbangan keluar-masuk barang donasi memang sangat kami perhatikan agar operasional galeri berjalan lancar setiap pekan. Kami tak ingin donasi kawan-kawan terlalu lama menumpuk hingga akhirnya menjadi rusak atau kurang terawat. Seringkali penumpukan donasi pakaian memang tak terhindarkan, terutama setelah kami membuka galeri kami sehabis tutup atau libur panjang. Kami tidak bisa hanya mengandalkan operasional setiap Sabtu untuk dapat menyalurkan donasi yang dikirim dari penjuru Indonesia.

Kami menyadari bahwa problem ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Program kolaborasi pun menjadi solusi yang lagi-lagi mujarab. Beberapa hari lalu, kami mendistribusikan kelebihan donasi yang ada di galeri ke “kampung becak” di Clolo, Kadipiro. Ada beragam pakaian hingga aksesoris seperti jilbab yang disalurkan ke sana. Redistribusi donasi ini ternyata memang cukup berhasil membuat “lega” ruang penyimpanan kami.

Sebelumnya kami juga cukup sering menyalurkan donasi ke sejumlah kawasan marjinal maupun daerah yang tak terjangkau layanan Joli Jolan. Oleh karena itu, kami pun sangat terbuka bagi kawan yang ingin membantu menyalurkan pakaian untuk warga yang membutuhkan di daerah sekitarnya. Tak harus menunggu bencana, pakaian layak dan piranti lain seperti tas hingga buku faktanya masih sangat dibutuhkan sejumlah saudara kita.

Apabila komunitas kawan ingin mengadakan gerakan baksos atau inisiatif kolektif lain, jangan ragu untuk menghubungi kami. Sebisa mungkin akan kami dukung kegiatan tersebut sesuai stok barang yang ada di galeri.

Categories
Uncategorized

Libur Lebaran 2023

Halo, Kawan-kawan! Menyambut Lebaran, kami izin libur sejenak ya untuk berkumpul bersama keluarga. Layanan Joli Jolan kami tutup sementara mulai 22 April sampai 12 Mei. Kami akan menyapa kawan-kawan lagi pada 13 Mei.

Kami tidak menerima donasi pakaian maupun barang selama libur operasional. Namun kami masih menerima donasi berupa sembako atau makanan kemasan dengan kontak/janjian terlebih dulu.

Di sela rehat yang cukup panjang ini, kami akan menggelar sarasehan bagi calon sukarelawan baru Joli Jolan. Kami juga berencana menggelar sebuah program kolaboratif bersama komunitas lain di awal Mei. Jangan sampai kelewatan infonya.

Bagi kawan yang hendak mudik, hati-hati di jalan, ya. Selamat berkumpul bersama keluarga!


Joli Jolan adalah gerakan kolektif berbasis warga sipil yang berfokus pada redistribusi kepemilikan. Kami terbuka bagi kawan yang ingin berkolaborasi. Kami juga mengundang kawan untuk terlibat menjadi sukarelawan. Panjang umur solidaritas 🏡✨

👕Info lebih lanjut: jolijolan.org
✊Jadi relawan: linktr.ee/Jolijolan
🌻Dukung kami: trakteer.id/jolijolan/tip

Categories
Sudut Joli Jolan

Berburu Baju Lebaran Gratis

Kebutuhan harian biasanya meningkat jelang Lebaran. Beli bahan pokok, makanan kecil hingga belanja pakaian membuat pusat perbelanjaan penuh sesak. Keinginan konsumtif ini kadang secara tak sadar menguras kocek yang lumayan.

Namun inisiatif saling bantu bisa menjadi alternatif agar warga mendapatkan kebutuhannya secara terjangkau, bahkan gratis. Tahun ini Joli Jolan kembali mendistribusikan pakaian untuk berhari raya secara cuma-cuma. Semua boleh mengakses tanpa kecuali karena tujuannya untuk mengurangi konsumerisme, bukan charity.

Kami menyiapkan koleksi terbaik bagi kawan yang membutuhkan sandang atau perlengkapan lain untuk menyambut Lebaran. Mau barter koleksi pakaian juga bisa. Kami menyediakan kotak atau umplung bagi kawan yang ingin berdonasi untuk mendukung gerakan Joli Jolan.

Donasi nantinya akan kami gunakan untuk operasional ruang (kebersihan, listrik, ATK) hingga program berbagi makanan. Layanan ini kami buka pada 8 & 15 April Berburu Baju Lebaran Gratis pukul 10.00-13.00 WIB di Jalan Siwalan No. 1 Kerten Laweyan Solo (Google Map Joli Jolan).

Daripada mengeluarkan kocek dan berdesak-desakan di pusat perbelanjaan, lebih baik cari pakaian di @joli_jolan. Uangnya bisa disimpan untuk berbagi di kampung halaman. Yuk, ikutan Berburu Baju Lebaran di Joli Jolan! 🏡✨

#lebaran2023 #pakaiangratis #rakyatbanturakyat #teteptetulung #jolijolan

Categories
Gagasan

Berdonasi Bukan Sekadar Membuang Barang

tidak terasa 3 tahun Joli Jolan hadir menjadi ruang solidaritas bagi masyarakat Kota Solo. Usia yang bisa dibilang masih terlalu awal untuk mendeklarasikan diri sebagai komunitas yang besar. Namun, tiga tahun sangatlah cukup untuk melihat kembali ke belakang, mengevaluasi sekaligus menghargai setiap pencapaian-pencapaiannya. Bagi sebuah komunitas yang dibentuk dan dikelola secara sukarela, tiga tahun menjadi bukti nyata dalam menjawab tantangan klise sebuah komunitas, yakni kontinuitas.

Tiga tahun tentunya merupakan waktu yang sangat cukup dalam menggoreskan beragam cerita bagi Joli Jolan, para sukarelawan, dan Joliers yang terlibat di dalamnya. Ada cerita yang menarik, ada pula cerita yang kurang menyenangkan. Namun, kita kesampingkan dulu cerita menariknya karena setiap pihak pasti memiliki kisah menyenangkannya saat menjadi bagian dari Joli Jolan. Kita garis bawahi cerita yang kurang menarik saja, karena di titik inilah ada problem yang perlu dievaluasi demi kebaikan bersama.

Satu dari permasalahan yang kadang ditemui sukarelawan selama tiga tahun ini adalah barang donasi berkualitas rendah yang sangat jauh dari kata layak. Tidak sekali dua kali relawan Joli Jolan menemukan pakaian yang sangat tidak pantas pakai, mulai dari baju kotor dan sobek, pakaian dalam yang kusam (pakaian dalam sendiri pun sebenarnya tidak layak untuk didonasikan), hingga sepatu usang yang telah digerogoti tikus.

Inilah yang semestinya perlu dipahami bersama. Donasi merupakan sebuah upaya untuk memberikan barang yang masih layak pakai kepada orang lain secara sukarela. Meskipun ada kata “sukarela”, bukan berarti donasi menjadi kedok untuk membuang barang yang sudah tidak terpakai. Niat berdonasi pun pada akhirnya menjadi kurang lengkap apabila dilakukan dengan cara yang kurang bijaksana.

Memang indikator kelayakan setiap orang dalam memaknai barang donasi itu beragam. Meski indikator setiap orang berbeda, perlu kita pahami bersama bahwa mendonasikan barang berarti memberikan hak kepada pihak lain untuk mengelola barang tersebut. Oleh karena itu perlu adanya rasa tanggung jawab dalam mendonasikan barang agar tidak menganggap kesempatan berdonasi sebagai ajang membuang barang tidak terpakai.

Pertimbangkan Sebelum Berdonasi

Nah, sebelum memutuskan apakah barang tersebut layak didonasikan, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu ke dalam diri sendiri apakah kita merasa nyaman menggunakan barang tersebut di depan umum. Apabila masih, maka barang tersebut relatif layak untuk didonasikan. Namun, apabila kita sendiri pun merasa tidak nyaman menggunakannya, maka perlu kita pertimbangkan ulang untuk mendonasikan barang tersebut. Bisa jadi barang itu memang masih dapat digunakan, tetapi bukan berarti barang tersebut masih layak pakai.

Barang seperti itu tentunya tidak layak pula didonasikan. Mungkin kita bisa mencari alternatif lain melalui komunitas yang dapat mengolah barang usang tersebut menjadi produk yang baru. Siapa tahu barang tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai dari sebelumnya. Namun yang paling penting ke depan, bijaklah dalam membelanjakan uang untuk keperluan fesyen. Dengan demikian kita bisa mengurangi potensi sampah fesyen yang membebani bumi.