Categories
Gaya Hidup

Yuk, Masak Cilok Sayur!

Cilok, camilan yang satu ini sudah sangat populer di Indonesia. Makanan ini menjadi favorit anak-anak hingga orang dewasa. Nah, sebelum memulai resep pembuatan cilok, kita cari tahu dulu asal makanan ini.  

Cilok berasal dari Jawa Barat, Indonesia. Cilok adalah singkatan dari aci dicolok (kanji ditusuk) karena biasanya cara memakan cilok adalah dengan menggunakan tusuk sate/biting (serutan bambu). Cilok dibuat dari adonan tepung kanji yang dibulatkan seperti bakso kemudian direbus, sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dengan pelengkap sambal kacang, kecap, maupun saos.

Dahulu cilok adalah makanan yang sangat mudah ditemukan di depan sekolah-sekolah. Namun, seiring perkembangan kuliner di Indonesia, cilok pun mulai naik kelas. Sejumlah restoran maupun kafe-kafe menyisipkan cilok di dalam buku menunya. Ada pula variasi cilok dengan saus Jepang, Korea, citarasa western seperti barbeque sauce hingga blackpepper sauce.

Salah satu inovasi yang menyehatkan adalah cilok sayur. Seperti yang saya buat kali ini. Kalian bisa coba di rumah untuk teman santai atau cemilan di sela-sela work from home. Berikut bahan dan cara pembuatannya:

Bahan-bahan:

  • 2 buah Kentang
  • 1 buah Wortel
  • 1 sachet Kornet
  • 1 batang Daun Bawang
  • Merica Bubuk secukupnya
  • Penyedap Rasa secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Tepung Kanji secukupnya

Cara Membuat:

  1. Kupas lalu rebus kentang hingga empuk.
  2. Sembari menunggu kentang, potong wortel menjadi kotak-kotak kecil dan cincang daun bawang.
  3. Setelah kentang matang, tumbuk hingga halus.
  4. Masukkan tepung kanji, garam, penyedap rasa, dan merica. Cek rasa.
  5. Masukkan kornet dan uleni hingga tercampur rata.
  6. Bulat-bulatkan adonan, siapkan air untuk merebus.
  7. Setelah air mendidih, masukkan adonan.
  8. Adonan yang telah matang akan mengapung, ambil menggunakan saringan.
  9. Kemudian masukkan adonan yang sudah matang tadi ke air dingin atau air bersuhu biasa agar adonan satu dengan yang lain tidak lengket.
  10. Cilok Sayur siap disajikan bersama saos atau mayones favorit.

Mudah, kan? Selamat mencoba!

Categories
Gagasan

Manusia dan Peran Kebermanfaatan

Manusia sejatinya hidup atas perannya di dunia ini. Entah apa pun itu. Biasanya dalam bentuk pekerjaan atau kegiatan. Ia akan memilih jalannya sendiri untuk mengarungi kehidupan. Banyak faktor manusia akan mengambil peran tersebut, salah satunya adalah berkeinginan untuk memberikan kebermanfaatan bagi makhluk ciptaan Tuhan. Dalam konteks yang lebih jauh, agar saat Tuhan menagih pertanggungjawaban atas kehidupan yang diberikan kepada manusia, manusia bisa selamat dalam proses peradilan di mahkamah akhirat. Menjabarkan peranan kebermanfaatan tersebut dihadapan Tuhan yang menjadi hakimnya sendiri.

Hal ini mengingat manusia juga memerlukan rasa aman dan damai, baik secara fisik maupun psikis. Sebab, ia akan bersinggungan dengan makhluk yang lain. Manusia memiliki sifat dasar yaitu peduli. Sifat inilah yang menunjang untuk memberikan kedamaian secara psikis. Artinya apabila manusia bisa membantu mempermudah urusan makhluk lain maka hatinya akan damai. Dengan kesadaran itu, banyak sekali manusia berlomba-lomba melakukan kebaikan kepada sesama makhluk Tuhan, baik dalam wadah organisasi, komunitas, maupun perseorangan. Romansa hal baik senantiasa digaungkan, di jalanan, tempat tongkrongan, rumah ke rumah, dan media sosial. Bak suara guntur, ia menggema luar biasa.

Di Solo sendiri banyak sekali organisasi, komunitas, maupun perseorangan yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Kepedulian mereka tidak hanya untuk manusia saja, melainkan mereka curahkan juga untuk hewan, tumbuhan, dan alam. Misalnya ada komunitas yang memberikan makan kucing liar, menanam dan membagikan bibit pohon, bersih-bersih sungai, dan masih banyak lagi varian serta inovasi yang dilakukan.

Kegigihan dan konsistensi mereka tentu akan berbalas kepada yang melakukan untuk menjunjung tinggi kepedulian. Terutama kedamaian dan rasa aman. Manusia dengan makhluk Tuhan yang lain layaknya satu tubuh. Apabila merasakan sakit di salah satu tubuh maka akan berpengaruh pada tubuh yang lain. Dengan demikian manusia yang memiliki rasa peduli, ia masih di-”cap” sebagai manusia. Sebab, manusia akan merasa terusik apabila ada ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi. Itulah sifat dasar manusia.