Air adalah hal yang krusial dalam kehidupan manusia. Air menjadi sumber kehidupan dan kebutuhan dasar bagi kehidupan. Kebutuhan dasar tersebut harus dipenuhi dengan sistem penyediaan air minum yang berkualitas dan sehat serta terintegrasi kepada sektor sanitasi. Apabila kebutuhan ini terpenuhi maka manusia dapat hidup sehat dan produktif.
Minggu, tanggal 25 Mei 2023 Ruang Solidaritas Joli Jolan bersama USAID IUWASH Tangguh mengadakan kegiatan susur kampung dan workshop menulis dengan tema “Mengenal akses air minum dan sanitasi warga surakarta”. Kegiatan susur kampung ini dilaksanakan di kampung Gilingan, Banjarsari, sebuah area perkampungan padat penduduk yang berada di bantaran kali Anyar, anak sungai Bengawan Solo.



Menurut informasi yang kami terima dari pemaparan ketua RT dan warga setempat, ternyata kebutuhan air bersih yang layak masih sangat dibutuhkan di kawasan tersebut. Dari sekitar 90 rumah untuk 1 kawasan RT, hanya terdapat 7 rumah yang memiliki sumur dan 2 titik fasilitas MCK umum/bersama. Dari 7 rumah tersebut, tidak semua kebutuhan air minum warga diambil dari air sumur karena kualitas air terindikasi tercemar. Bau air yang kadang tidak sedap dan rasa air yang tidak layak minum menjadi alasan yang kuat untuk tidak mengonsumsi air tersebut. Akhirnya warga pun memilih untuk membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minum warga.
Kualitas air yang kurang baik di kawasan kampung tersebut berbanding lurus dengan kondisi kesehatan warga, baik dewasa maupun anak-anak. Salah satu yang cukup kentara adalah beberapa kasus stunting di kampung Gilingan. Hal ini tentunya menjadi masalah yang cukup serius, mengingat kawasan ini berada di lingkungan kota Surakarta yang secara administratif memiliki akses kesehatan yang memadai.
Warga sangat berharap adanya akses air dan sanitasi layak yang merata bagi seluruh warga. Apalagi lokasi tersebut tidak jauh dari pusat kota Surakarta. Akan sangat miris apabila masih menemukan ketimpangan-ketimpangan kebutuhan dasar seperti itu.
Bisa jadi hal ini bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah kota setempat, melainkan menjadi tugas kita bersama sebagai manusia. Minimal dengan terus-menerus memberikan kesadaran tentang pentingnya kebutuhan dan akses air serta sanitasi yang layak. Menyadari bahwa masih ada wilayah-wilayah yang “belum” terlihat oleh para pemangku kepentingan.