Categories
Gagasan

Air Minum Aman Adalah Hak Asasi Warga

Air bersih bukanlah komoditas melainkan common goods (barang bersama) yang bisa diakses dan terdistribusikan ke semua kalangan. Namun seringkali dalam praktiknya, hanya beberapa kelompok tertentu yang memiliki akses terhadap air dan sanitasi yang bersih. Masih terdapat beberapa komunitas masyarakat lain yang hidup di tengah kekeringan air dan kualitas air yang tidak aman untuk dikonsumsi.

Keadaan ini tergambarkan dari perjalanan saya pada tanggal 25 Juni 2023, saat mengikuti agenda susur kampung di bantaran anak sungai Bengawan Solo di kota Surakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh kolaborasi @joli_jolan dengan @airsanitasi.

Poin penting yang saya catat dari penelusuran tersebut adalah masih adanya ketimpangan akses terhadap air di lokasi tersebut. Walaupun masyarakat memiliki sumber air dari air tanah, tetapi kualitas airnya terindikasi tercemar. Hal ini lantaran lokasi sumur berdekatan dengan anak sungai Bengawan Solo yang dicemari oleh limbah domestik dan industri.

Keadaan ini diperparah dengan sistem sanitasi masyarakat yang langsung dialirkan ke sungai. Saya menyaksikan sendiri bagaimana sungai tersebut berubah warna menjadi cokelat akibat limbah-limbah yang ada. Bahkan sebagian masyarakat yang memiliki uang lebih lebih memilih membeli air gallon untuk digunakan memasak dibandingkan mengambil dari air sumur tersebut.

Masalah ini berimplikasi pada kualitas kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Saya mendengar cerita dari pak RT setempat bahwa terdapat beberapa anak yang mengalami stunting. Beberapa penelitian membuktikan bahwa air dan sanitasi yang tidak aman menjadi salah satu pemicu terjadinya stunting.

Air Adalah Hak Dasar Manusi

Air adalah hak dasar manusia yang wajib terpenuhi, sehingga hak asasi manusia tidak akan tercapai tanpa hak atas akses air yang bersih. Pada tahun 2002, definisi hak atas air telah dinyatakan secara jelas dalam General Comment No. 15 PBB tentang hak atas air oleh Committee on Economic, Social and Cultural Rights (CESCR).

“Hak asasi manusia atas air memberikan hak kepada setiap orang atas air yang cukup, aman, dapat diakses secara fisik, dan terjangkau untuk penggunaan pribadi dan rumah tangga. Air bersih dalam jumlah yang memadai diperlukan untuk mencegah kematian akibat dehidrasi, mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan air dan menyediakan kebutuhan konsumsi, memasak, kebersihan pribadi, dan rumah tangga” (Komentar Umum PBB (PBB) No. 15)”.

Saya percaya bahwa pemenuhan hak masyarakat atas air ini membutuhkan kolaborasi besar antarstakeholders untuk saling bahu-membahu menyelesaikan permasalahan yang kompleks tersebut, mulai dari proses sosialisasi, advokasi, implementasi hingga operasionalnya nanti. Diharapkan upaya ini mampu menjaga ketersediaan, kelestarian, dan akses air bersih hingga ke depan.

Categories
Reportase

Berharap Akses Air dan Sanitasi Layak yang Merata

Air adalah hal yang krusial dalam kehidupan manusia. Air menjadi sumber kehidupan dan kebutuhan dasar bagi kehidupan. Kebutuhan dasar tersebut harus dipenuhi dengan sistem penyediaan air minum yang berkualitas dan sehat serta terintegrasi kepada sektor sanitasi. Apabila kebutuhan ini terpenuhi maka manusia dapat hidup sehat dan produktif.

Minggu, tanggal 25 Mei 2023 Ruang Solidaritas Joli Jolan bersama USAID IUWASH Tangguh mengadakan kegiatan susur kampung dan workshop menulis dengan tema “Mengenal akses air minum dan sanitasi warga surakarta”. Kegiatan susur kampung ini dilaksanakan di kampung Gilingan, Banjarsari, sebuah area perkampungan padat penduduk yang berada di bantaran kali Anyar, anak sungai Bengawan Solo.

Menurut informasi yang kami terima dari pemaparan ketua RT dan warga setempat, ternyata kebutuhan air bersih yang layak masih sangat dibutuhkan di kawasan tersebut. Dari sekitar 90 rumah untuk 1 kawasan RT, hanya terdapat 7 rumah yang memiliki sumur dan 2 titik fasilitas MCK umum/bersama. Dari 7 rumah tersebut, tidak semua kebutuhan air minum warga diambil dari air sumur karena kualitas air terindikasi tercemar. Bau air yang kadang tidak sedap dan rasa air yang tidak layak minum menjadi alasan yang kuat untuk tidak mengonsumsi air tersebut. Akhirnya warga pun memilih untuk membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minum warga.

Kualitas air yang kurang baik di kawasan kampung tersebut berbanding lurus dengan kondisi kesehatan warga, baik dewasa maupun anak-anak. Salah satu yang cukup kentara adalah beberapa kasus stunting di kampung Gilingan. Hal ini tentunya menjadi masalah yang cukup serius, mengingat kawasan ini berada di lingkungan kota Surakarta yang secara administratif memiliki akses kesehatan yang memadai.

Warga sangat berharap adanya akses air dan sanitasi layak yang merata bagi seluruh warga. Apalagi lokasi tersebut tidak jauh dari pusat kota Surakarta. Akan sangat miris apabila masih menemukan ketimpangan-ketimpangan kebutuhan dasar seperti itu.

Bisa jadi hal ini bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah kota setempat, melainkan menjadi tugas kita bersama sebagai manusia. Minimal dengan terus-menerus memberikan kesadaran tentang pentingnya kebutuhan dan akses air serta sanitasi yang layak. Menyadari bahwa masih ada wilayah-wilayah yang “belum” terlihat oleh para pemangku kepentingan.

Categories
Reportase

Warga Gilingan dan Mimpi Akses Air Minum yang Layak

Salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah ketersediaan akses untuk air minum bersih dan sanitasi yang aman. Namun, bagaimana jadinya bila ada perkampungan di salah sudut kota Solo yang berdekatan dengan Kawasan wisata baru Masjid Al Zayed yang ternyata tidak memiliki jamban untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK)? Cukup miris tentunya.

Pemandangan pemukiman yang berjejal, rumah-rumah yang berderetan di gang sempit, satu rumah yang dihuni lebih dari 3 kepala keluarga merupakan fenomena yang jamak kita lihat saat berada di kelurahan Gilingan. Pak Andri Prasetyo selaku ketua RT 04 RW 15 kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, menuturkan bahwa kebanyakan warga di tempat tinggalnya tidak memiliki sanitasi yang layak. Tercatat hanya ada 7 rumah dari sekitar 60 rumah yang memiliki septic tank. Bu Jamal, salah satu warga yang memiliki septic tank di rumahnya, mengaku bahwa dari awal sejak memiliki rumah tersebut hingga sekarang sudah 23 tahun belum pernah sekalipun melakukan sedot WC. Padahal sedot WC sebaiknya wajib dilakukan setiap 2 sampai 3 tahun sekali.

Kelurahan Gilingan berada di tepi Kali Pepe. Kali Pepe berada di tengah kota Surakarta yang membentang dari Gilingan-Bendung Karet Tirtonadi- Balapan-Pasar Legi-Pasar Gedhe dan berakhir di Demangan. Di Kali Pepe terdapat tujuh sampai sembilan segmen yang bisa dijadikan tempat pengolahan sumber air bagi warga. Namun, apakah akses sanitasi dan air minum yang mereka gunakan sudah termasuk aman?

Pada hari minggu tanggal 25 Juni 2023 yang lalu, saya dan rombongan peserta yang terdiri dari komunitas, pembuat konten, dan jurnalis mengikuti susur kampung dan workshop menulis yang diadakan oleh USAID IUWASH Tangguh dan Joli Jolan. Dalam kegiatan ini, saya berkesempatan untuk melihat lebih dekat kondisi riil tentang pengelolaan sumber daya air, air minum sanitasi, dan perilaku hygiene masyarakat kelurahan Gilingan.

Menurut penuturan Pak Andri, banyak warganya yang menggunakan 2 sumber air. Air dari sumur digunakan untuk mandi dan mencuci, sedangkan kebutuhan minum dan memasak didapat dengan membeli air isi ulang. Tentu setiap bulan pengeluaran untuk kebutuhan tersebut mencapai ratusan ribu rupiah, tergantung kebutuhan rumah tangganya. Padahal kebanyakan penghasilan mereka tidak seberapa besar, tetapi mereka tetap harus membeli air karena air merupakan kebutuhan vital.

Salah satu rumah warga yang dihuni 6 kepala keluarga dalam satu rumah.

Risiko Stunting Akibat Sanitasi Buruk

Salah satu dampak yang terjadi akibat sanitasi buruk adalah stunting. Sebanyak 1.103 keluarga atau lebih dari 50% dari total 2.085 keluarga di Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, berisiko stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak yang bisa mempengaruhi kondisinya saat dewasa nanti (Sumber: https://soloraya.solopos.com/waduh-50-keluarga-di-gilingan-solo-berisiko-stunting-kenapa-ya-1326800)

Penyebab stunting antara lain kurangnya pengetahuan si ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan. Hal ini semakin diperburuk dengan terbatasnya akses pelayanan kesehatan termasuk layanan kehamilan, kurangnya akses air bersih dan sanitasi, serta masih kurangnya akses makanan bergizi karena tergolong mahal.

Puskesmas Gilingan pernah melakukan penelitian terhadap air sumur yang berada di kawasan ini, hasilnya ada yang layak untuk digunakan dan ada yang tidak layak. Padahal sumber air yang diteliti jaraknya berdekatan. Berdasarkan penelitian pada tahun 2016 jumlah penduduk Kota Surakarta sebanyak 514,171 jiwa dan prediksi jumlah penduduk pada tahun 2022 sebanyak 524,483 jiwa, serta prediksi kebutuhan air pada tahun 2016 sebesar 1,163,428 liter per detik dan pada tahun 2022 sebesar 1.186,763 liter per detik.

Pemerintah Kota Surakarta membutuhkan pasokan air dalam jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan air minum penduduk yang kian bertambah. Penurunan kuantitas air baku menjadi salah satu isu yang dihadapi Perumda Air Minum dalam meningkatkan produksinya. Selain itu, sumber air baku yang digunakan berpotensi terkontaminasi akibat praktik pembuangan air limbah yang tidak aman.

Untuk memperoleh air bersih, kita juga harus memperhatikan sanitasi yang layak. Air bersih dan sanitasi yang layak dapat mencegah terjadinya infeksi berulang, mencegah diare, mencegah penyakit yang disebabkan oleh racun tinja serta dapat mencegah kekurangan nutrisi dan stunting. Perlu kerjasama dengan berbagai pihak untuk terus melakukan perilaku penggunaan air bersih dan sanitasi yang layak.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mensosialisasikan kepada masyarakat agar membuang air besar dan kecil di toilet/WC, mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah (limbah padat) rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (membangun IPAL Komunal). Penyediaan dan pengelolaan air bersih di rumah tangga dapat dilakukan dengan selalu mengolah air sebelum dikonsumsi. Setelah itu, air minum yang telah diolah kemudian disimpan di dalam wadah yang tertutup serta dibersihkan secara rutin.

Categories
Sudut Joli Jolan

Susur Kampung dan Workshop Menulis Cerita

Akses air minum dan sanitasi aman menjadi kebutuhan dasar individu yang vital. Saat ini, akses air minum aman di Kota Surakarta baru mencapai 60,08% dan sanitasi aman mencapai 61,47%.

Upaya peningkatan akses ini tentunya tidak hanya mengandalkan peran pemerintah saja. Butuh partisipasi banyak pihak termasuk peran komunitas melalui berbagai kanal komunikasi untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya ketersediaan akses air minum dan sanitasi aman tersebut.

Banyak platform tersedia untuk bercerita mulai dari media sosial, online, blog, video blogging, podcast hingga media cetak. Kekuatan platform ini juga harus diimbangi dengan kekuatan cerita yang menginspirasi dan mendorong perubahan yang lebih baik.

Untuk menghasilkan cerita yang menarik dan inspiratif inilah, kami menggelar pelatihan menulis cerita yang akan difasilitasi jurnalis media lokal dan nasional berpengalaman. Agenda ini diawali dengan susur kampung, kemudian berbagi pengalaman antarpeserta bersama para ahli. Puncaknya, peserta diajak menceritakan kembali pengalaman yang mereka alami.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ruang Solidaritas Joli Jolan bersama USAID IUWASH Tangguh. Acara ini akan digelar pada:

Waktu: Minggu, 25 Juni 2023 pukul 08.00-15.00 WIB
📌 Titik Kumpul: Kantor USAID IUWASH Tangguh Jawa Tengah, Jl. Semangka 16, Kerten, Surakarta
🚸 Susur Kampung: Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Surakarta
📍 Titik Akhir: Hotel Pose In, Surakarta
Fasilitas: Snack dan makan siang, doorprize, sertifikat
🍭 Biaya: Gratis
☘️ Kuota: 20 orang

Kami akan memilih pendaftar dengan InstaStory paling menarik dan informatif untuk mengikuti acara. Pendaftaran dibuka sampai Jumat 23 Juni 2023 pukul 16.00 WIB.

Registrasi: https://bit.ly/susurIUWASH
Narahubung: 085725233966