Categories
Gaya Hidup

Mewarnai, Kegiatan Asyik yang Memiliki Banyak Manfaat

Mewarnai menurut KBBI memiliki arti memberi warna, mengecat, dan sebagainya. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Namun, beberapa tahun belakangan, mewarnai juga menjadi tren di kalangan orang dewasa, lho. Ternyata, kegiatan ini tidak bisa dianggap sepele karena memiliki manfaat. Apa saja sih manfaat mewarnai? Berikut ini manfaat mewarnai untuk orang dewasa:

1. Membawa Ketenangan

Carl Jung, seorang psikolog dan tokoh psikolog analitis (1875-1961), telah menerapkan terapi dengan mewarnai untuk pasien yang memiliki masalah psikologis. Tujuannya untuk ketenangan dan kefokusan pasien.

2. Memberi Ruang Bersosialisasi

Kegiatan mewarnai membawa kita bertemu dengan komunitas atau orang-orang yang memiliki hobi yang sama. Seniman Lisa Congdon berteori tentang aspek sosial mewarnai. “Ini adalah cara lain untuk bersosialisasi dan memiliki aktivitas yang dilakukan bersama orang lain. Kamu tak perlu berkonsentrasi penuh ketika mewarnai, kamu dapat sambil mengobrol, dan minum segelas anggur,” tutur Congdon.

3. Mengurangi Rasa Takut dan Cemas

Psikolog Dr. Ben Michaelis menerangkan bahwa mewarnai bisa mengaktifkan logika pada otak dan menciptakan pola pikir yang lebih kreatif. “Karena merupakan aktivitas yang terpusat, amygdala (bagian otak yang merespon rasa takut) bisa beristirahat sedikit demi sedikit. Semakin lama, efeknya bisa sangat menenangkan,” kata Dr. Ben. Saat mewarnai, orang dewasa akan merasa seperti anak-anak lagi. Sehingga mereka merasa bisa merasakan kehidupan yang bebas dari tekanan dan rasa khawatir untuk beberapa waktu.

4. Menjadi Diri Sendiri

Mewarnai membawamu menjadi diri sendiri. Tidak ada aturan gambar tersebut harus diberi warna-warna tertentu. Kamu bebas berekspresi.


5. Melatih Keterampilan Motorik Halus dan Penglihatan

“Aktivitas ini melibatkan dua logika, yakni pola warna dan kreativitas ketika mencampur dan mencocokkan warna. Sehingga pada gilirannya aktivitas mewarnai menggabungkan bagian celebral cortex yang melibatkan kemampuan penglihatan dan motorik halus,” ujar Gloria Martínez Ayala, seorang psikolog.

Wah … Ternyata, manfaat mewarnai beragam, ya. Jangan takut dianggap seperti anak kecil! Yuk, mewarnai dan temukan kesenanganmu!

Daftar Pustaka
  1. Wahyuningsih, Agustin. 2015. Mewarnai Tidak Hanya Dunia Anak-Anak Saja. Mewarnai Juga Bisa Memberikan Manfaat bagi Orang Dewasa. https://www.brilio.net/life/ini-manfaat-mewarnai-bagi-orang-dewasa-kamu-wajib-coba-sekarang-juga-151207y.html (Diakses tanggal 9 Maret 2022)
  2. Hestianingsih. 2015. Tak Sekadar Usir Bosan, Ini Manfaat Mewarnai untuk Orang Dewasa. https://wolipop.detik.com/health-and-diet/d-3031017/tak-sekadar-usir-bosan-ini-manfaat-mewarnai-untuk-orang-dewasa (Diakses tanggal 9 Maret 2022)
Categories
Gaya Hidup

Yuk, Masak Cilok Sayur!

Cilok, camilan yang satu ini sudah sangat populer di Indonesia. Makanan ini menjadi favorit anak-anak hingga orang dewasa. Nah, sebelum memulai resep pembuatan cilok, kita cari tahu dulu asal makanan ini.  

Cilok berasal dari Jawa Barat, Indonesia. Cilok adalah singkatan dari aci dicolok (kanji ditusuk) karena biasanya cara memakan cilok adalah dengan menggunakan tusuk sate/biting (serutan bambu). Cilok dibuat dari adonan tepung kanji yang dibulatkan seperti bakso kemudian direbus, sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dengan pelengkap sambal kacang, kecap, maupun saos.

Dahulu cilok adalah makanan yang sangat mudah ditemukan di depan sekolah-sekolah. Namun, seiring perkembangan kuliner di Indonesia, cilok pun mulai naik kelas. Sejumlah restoran maupun kafe-kafe menyisipkan cilok di dalam buku menunya. Ada pula variasi cilok dengan saus Jepang, Korea, citarasa western seperti barbeque sauce hingga blackpepper sauce.

Salah satu inovasi yang menyehatkan adalah cilok sayur. Seperti yang saya buat kali ini. Kalian bisa coba di rumah untuk teman santai atau cemilan di sela-sela work from home. Berikut bahan dan cara pembuatannya:

Bahan-bahan:

  • 2 buah Kentang
  • 1 buah Wortel
  • 1 sachet Kornet
  • 1 batang Daun Bawang
  • Merica Bubuk secukupnya
  • Penyedap Rasa secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Tepung Kanji secukupnya

Cara Membuat:

  1. Kupas lalu rebus kentang hingga empuk.
  2. Sembari menunggu kentang, potong wortel menjadi kotak-kotak kecil dan cincang daun bawang.
  3. Setelah kentang matang, tumbuk hingga halus.
  4. Masukkan tepung kanji, garam, penyedap rasa, dan merica. Cek rasa.
  5. Masukkan kornet dan uleni hingga tercampur rata.
  6. Bulat-bulatkan adonan, siapkan air untuk merebus.
  7. Setelah air mendidih, masukkan adonan.
  8. Adonan yang telah matang akan mengapung, ambil menggunakan saringan.
  9. Kemudian masukkan adonan yang sudah matang tadi ke air dingin atau air bersuhu biasa agar adonan satu dengan yang lain tidak lengket.
  10. Cilok Sayur siap disajikan bersama saos atau mayones favorit.

Mudah, kan? Selamat mencoba!

Categories
Komunitas

Menggambar Bersama Pak Tino

Terletak sekitar 200 meter dari jalan raya, siapa sangka rumah nan asri di Jl Tino Sidin 297, Bantul, Yogyakarta, ini adalah kediaman Pak Tino Sidin. Sekarang difungsikan sebagai museum Taman Tino Sidin. Bagi anak-anak generasi ’70-’90 an awal, nama Pak Tino tentu cukup familiar. Namun bagi saya sendiri yang lahir di penghujung 90an, sempat dibuat bertanya-tanya.

Pak Tino adalah seorang pelukis. Awal karirnya dimulai dari sanggar lukis anak Seni Sono Yogyakarta yang didirikan  Ny. Larasati Suliantoro Sulaiman dan Ny. Boldwin.

Pada tahun 1969, TVRI Yogyakarta mengundang Pak Tino sebagai pengisi acara berjudul Gemar Menggambar. Acara tersebut mendapat sambutan positif hingga bertahan sembilan tahun. Acara Gemar Menggambar kemudian berpindah ke TVRI pusat mulai tahun 1979-1989.

Selain seorang pelukis dan guru gambar, Pak Tino adalah pejuang kemerdekaan, art director beberapa film, penulis, komikus, serta guru kebatinan. Dia memiliki hubungan yang dekat dengan presiden pertama dan kedua Indonesia, Pak Karno dan Pak Harto.

Saya mengetahuinya dari album foto yang terletak di  lantai 1 museum. Di dalamnya tersimpan rapi berbagai album foto Pak Tino dan keluarga disertai barang-barang memorabilia dan lukisan Pak Tino.

Salah satu barang memorabilia tersebut adalah sebuah crayon Fujita dan crayon Pentel yang cukup populer di era 90an. Perusahaan crayon tersebut sampai memilih Pak Tino Sidin sebagai Brand Ambassador produknya.

Menuju lantai 2, terhampar sketsa-sketsa karya Pak Tino. Pak Tino sering membuat sketsa dari pemandangan atau benda yang beliau lihat. Juga tersimpan rapi komik dewasa dan anak karyannya. 

Menuju lantai 3, tersusun banyak buku berbagai genre milik perpustakaan Museum ini. Pada akhir tur museum, kami belajar menggambar bersama Pak Tino melalui TV yang menyiarkan ulang siaran program Gemar Menggambar.  Sebelum pandemi Covid-19 Museum Taman Tino Sidin sering mengadakan acara menggambar untuk anak-anak maupun acara kesenian.

Gemar Menggambar memang mendapat respon yang positif, namun ada juga yang menuduh Pak Tino mendikte anak-anak saat melukis. Alasannya karena Pak Tino mengedepankan garis lurus dan garis lengkung dalam mengajar. Pak Tino menyangkal pernyataan tersebut. “Saya memang tidak mengajar melukis, melainkan hanya merangsang anak-anak untuk menggambar,” kata Pak Tino berdasarkan keterangan guide museum.


Museum Taman Tino Sidin

Jl. Tino Sidin 297 Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55182

Harga Tiket Masuk Rp 10.000

Buka Senin-Sabtu 09.00-13.00 (selama pandemi)

#ayokemuseum