Categories
Sudut Joli Jolan

Platform Tetulung: 3 Tahun Joli Jolan

Banyak kawan, kolega, saudara acap bertanya, apa itu Joli Jolan? Apakah menerima sumbangan baju dan celana pantas pakai? Apakah pakaian ini diberikan gratis? Apakah harus menukarkan sesuatu untuk memeroleh barang dari sana?

Sederet pertanyaan ini akan terus ada seiring bertambahnya Joliers (sebutan bagi anggota Joli Jolan). Poin pentingnya bukanlah jawaban ya atau tidak. Sebab, hal ini sangat dinamis mengikuti konteks dan kebutuhan. Joli Jolan berulang kali menunda donasi baju perempuan karena memang stok berlebih, misalnya.

Jawaban alternatif yang bisa diberikan adalah Joli Jolan merupakan rintisan platform “tetulung”. Dalam Bahasa Jawa, “tetulung” dimaknai sebagai pertolongan, saling bantu. Platform ini mempertemukan yang butuh bantuan dengan yang memberi bantuan.

Bantuannya beragam mulai dari pakaian, buku, tas, sepatu, perlengkapan bayi, sembako, makanan, mainan anak, apa pun itu. Bahkan, jika merasakan kesepian, main-mainlah ke Jalan Siwalan 1, Kerten. Kau akan mendapatkan kawan dan cerita yang banyak!

Kini, platform ini sudah berusia tiga tahun. Ada sekitar 1.500-an orang tercatat sebagai anggota. Sebagian dari mereka datang saban dua pekan sekali untuk mengambil baju, menikmati makanan gratis, atau sekadar melihat-lihat.

Hemat saya, semangat tetulung ini bakal jadi core of the core-nya Joli Jolan. Orang butuh baju ya dikasih baju. Orang butuh tas ya dikasih tas. Begitu kira-kira.

Hla terus tetulung buat sukarelawannya apa? Gampang! Kalau donasi mbok jangan kasih pakaian dalam bekas. Sebab, ini wadah tetulung bukan tempat penampungan sampah sementara.

Tetulung ini pun tak mandek hanya di hubungan antarmanusia saja. Memperpanjang usia pakai barang sama artinya memberikan napas lebih panjang bagi lingkungan yang kita tempati hari ini.

Sebagai penutup, saya nderek bingah ruang solidaritas ini masih eksis hingga kini. Selamat ulang tahun yang ketiga. Dirgahayu Joli Jolan!