Categories
Gaya Hidup

Cara Bijak Mengonsumsi Barang

Setiap individu harus memiliki kesadaran penuh saat mengonsumsi barang atau memutuskan membeli sesuatu. Sebab, di dalamnya termuat tanggung jawab pribadi kepada sosial dan lingkungan. Alih-alih memenuhi kebutuhan dasar hidup, konsumsi yang didorong emosi demi memuaskan ego sesaat hanya akan berujung pada penyesalan.

“Saya suka membeli brand tertentu. Kalau muncul model baru, saya beli lagi. Bahkan, saya mau PO (purchase order) juga dan menunggu beberapa pekan. Bahkan, terkadang saya sampai lupa pernah membeli ini,” ujar seorang peserta menceritakan pengalamannya mengoleksi tas idamannya.

Seorang peserta lain menceritakan pengalamannya berbelanja bahan makanan untuk stok memasak di rumah selama 3-7 hari ke depan. Begitu sampai di rumah, dia menyimpannya di kulkas. Namun, rencana memasak hanya berujung sekadar rencana.

“Saya suka merasa bersalah setelah membeli. Tapi (merasa) bersalahnya sama suami. Ibu-ibu kadang mau cepat-cepat (mengumpulkan bahan makanan) tetapi lama-lama enggak jadi (memasak),” tutur dia, dalam sebuah Workshop Art Therapy bertajuk “Mindful Consumption with Sashiko” Bersama Psikolog Klinis RS Indriati Boyolali, Xavera Adis, dan founder InnerChild, Deenar Tan, hasil kolaborasi dengan Ruang Solidaritas Joli Jolan di Santee Kopi, Kamis (1/5/2025).

Pengalaman-pengalaman di atas jamak dialami semua manusia. Keputusan membeli suatu barang kerap terjadi hanya dengan melihat bentuknya yang lucu, unik, stoknya yang makin sedikit atau sekadar angan-angan suatu hari akan membutuhkan produk tersebut.

Model konsumsi ini seringkali didorong oleh emosi, misalnya saat seseorang stres lalu memutuskan berbelanja sebagai bentuk coping. Selain itu, rasa bosan yang diisi dengan scroll-scroll lokapasar daring seringkali berakhir dengan check out produk-produk karena ketertarikan sesaat. Serangkaian proses itu berdampak pada sebuah penyesalan, penumpukan barang, dan risiko finansial. Tanpa disadari, pola ini membawa seseorang pada perilaku konsumtif.

“Proses pembelian barang ini seringkali didominasi oleh FOMO (fear of missing out) dan pemenuhan ego. Ada tren karena takut ketinggalan, pengaruh influencer, dan media sosial yang mendorong budaya konsumsi. Pemenuhan ego berpengaruh pada tujuan citra diri dan validasi sosial,” kata Adis, panggilan akrabnya.

Berbelanja dengan Penuh Kesadaran

Untuk mencegah praktik konsumerisme, Adis mengajak setiap orang untuk mengajukan beberapa pertanyaan reflektif terlebih dahulu sebelum memutuskan berbelanja: apakah aku membeli karena butuh atau hanya karena ingin? Apakah aku sadar saat membeli atau membeli tanpa keputusan matang? Apakah ada alternatif lain untuk mendapatkan barang yang sama?

Pertanyaan ini penting dan relevan karena aktivitas konsumsi manusia sedikitnya terbagi ke dalam tiga kelompok yakni: kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan hasrat (desires). Needs bersifat memenuhi kebutuhan esensial untuk menjalankan fungsi dasar hidup. Seseorang membutuhkan jaket saat naik ke puncak gunung. Sebab, tanpa jaket dia bisa mati kedinginan.

Sebaliknya, keinginan hanya bersifat tambahan yang membuat seseorang merasa hidup nyaman. Pemenuhan pada kelompok ini sejatinya tidaklah esensial atau utama. Misalnya, seseorang harus memiliki sepatu dengan brand tertentu. Fungsi sepatu tetap sebagai alas kaki, tetapi brand tertentu ini hanyalah keinginan.

“Terakhir, yang paling berbahaya, desires. Karena dorongan emosional, yang membeli jadi puas. Padahal, puas tidak pernah selesai. Dia akan naik terus,” imbuh Adis.

Untuk mengatasi pola konsumsi yang emosioanl ini, Adis menganjurkan agar menyiapkan catatan sebelum bepergian ke suatu tempat. Hal ini untuk mencegah keinginan-keinginan yang mendadak muncul saat tiba di tujuan. Menyiapkan catatan ini penting sebab seringkali orang-orang bepergian tanpa tujuan yang jelas.

Tip sederhana lain untuk membangun kebiasan mengonsumsi dengan kesadaran penuh adalah dengan mempraktikan SMART yang terdiri atas: stop and think, mindful questions, assess alternative, review what you have, dan take your time.

“Saat mau membeli, seseorang harus mempertimbangkan kebutuhan, nilai apakah ini sesuai dengan diri sendiri dan orang lain serta tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan,” imbau Adis.

Categories
Komunitas

Berkesadaran dengan Sashiko

Konsumsi berlebihan sudah menjadi pola hidup sebagian masyarakat, yang tentunya berdampak terhadap lingkungan. Efeknya turut mempengaruhi kesehatan mental, bisa berupa kecemasan, stres, hingga kepuasan hidup yang palsu.

Menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan hari-hari ini tampaknya semakin penting. Tak hanya untuk mengenali diri, tetapi juga untuk membantu meringankan beban bumi. Art therapy melalui metode sashiko pun hadir menjadi alternatif menuju konsumsi berkesadaran, mengurangi stres, sekaligus menghasilkan karya estetik.

Sashiko adalah teknik menjahit tradisional Jepang yang awalnya dibuat untuk memperbaiki kain sobek. Namun sashiko bukan hanya tentang kain dan menyulam. Ada filosofi mendalam bahwa sesuatu yang pernah rusak bisa jadi lebih indah saat dirajut kembali dengan cinta dan kesabaran.

Dalam workshop kali ini, InnerChild bakal mengajak bereksperimen sashiko dengan media celana jin denim yang disediakan oleh Joli Jolan. Setiap prosesnya akan kita maknai bersama sebagai upaya membangun diri yang pernah retak, tentang menerima masa lalu, dan memulainya kembali dengan lebih kuat.

Sebelum menyelami diri bersama sashiko, psikolog klinis RS Indriati Boyolali, Xavera Adis, akan menyampaikan insight tentang mindful consumption. Praktik konsumsi secukupnya dan manfaatnya terhadap kesehatan mental juga akan dieksplorasi secara mendalam.

Segera daftarkan diri kalian ya kawan-kawan, kuota terbatas. Sampai jumpa 1 Mei!

Pendaftaran: bit.ly/MindfulwithSashiko
Informasi: Damai (088232117938)

Categories
Komunitas

Menjaga Kelestarian Lingkungan dari Kerajinan Sederhana

Sebagai salah satu upaya Ruang Solidaritas Joli Jolan dalam mewujudkan ruang edukasi, Joli Jolan sekali lagi mengadakan workshop kreatif bertema Menyulap Kaus Bekas dan Plastik Menjadi Produk Estetik. Workshop yang diadakan pada hari Sabtu, 30 Maret 2024 ini dimentori langsung oleh pegiat crafting dari Bandung dan pengelola @lovya.handmade, Kak Meilisa. Melalui workshop yang berlangsung dari pukul 16.00-17.30 ini, para peserta diperkenalkan teknik sederhana mengolah plastik dan kain sisa baju untuk menghasilkan produk yang bermanfaat, seperti tatakan ataupun tempat pensil.

Diketahui kaus bekas dan plastik merupakan bahan-bahan yang seringkali menjadi penyumbang terbesar sampah di lingkungan. Dalam workshop ini, peserta diajak untuk melihat nilai manfaat yang bisa didapatkan dari kaus bekas dan plastik yang tidak lagi terpakai. Dengan kreativitas dan ketelatenan, kedua bahan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.

Pertama-tama, kaus yang telah dipotong panjang dan tipis digunakan untuk melilit kantong plastik yang telah diulir panjang layaknya tali. Plastik yang telah terlilit kain tersebut kemudian diikat menggunakan benang wol dengan teknik pengikatan khusus. Hasil ikatan tersebut menjadi fondasi bertekstur estetik dan menarik yang dapat dibentuk sebagai tatakan meja, tempat pensil, atau produk lain sesuai kreativitas.

Para peserta antusias mempraktikkan langkah demi langkah membuat hasil ikatan yang rapi sembari menanti berbuka puasa. Untuk semakin menyemarakkan suasana, Joli Jolan telah menyediakan beragam sajian buka puasa seperti kolak, pizza, dan nugget bagi para peserta workshop.

Membangun Ekosistem yang Saling Mendukung dan Peduli Lingkungan

Kegiatan kolaboratif Joli Jolan bersama pegiat kreatif dan masyarakat umum seperti ini menjadi pemantik inspirasi bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya. Ekosistem yang saling mendukung dalam pemberdayaan masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan diharapkan semakin terbentuk. Setiap peserta yang mengikuti kegiatan pun tidak sekadar pulang dengan membawa hasil karya, tetapi juga perasaan positif karena mendapatkan pengetahuan baru dalam berkontribusi menjaga lingkungan dengan cara yang kreatif.

Workshop semacam ini pada akhirnya tidak sekadar menjadi sarana edukasi dalam menghasilkan ide karya-karya sirkular, tetapi mengajak peserta untuk menyadari dan mengapresiasi kontribusi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan pola pikir yang tepat dan praktik kreatif dalam megelola sampah, peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan di sekitar mereka masing-masing.

Categories
Komunitas Uncategorized

Yuk, Daftar Workshop Sulap Kaus Bekas dan Kantong Plastik Jadi Produk Estetik

Bingung mau ngabuburit yang berfaedah? Atau mau menambah ilmu dan keahlian mengelola barang bekas? Workshop Joli Jolan kali ini bakal cocok nih buat kalian! Workshop Do It Yourself bertema Sulap Kaus Bekas dan Kantong Plastik Jadi Produk Estetik bakal membuat kawan-kawan semakin kreatif sekaligus eco-friendly.

Kawan akan diajak merangkai kaus bekas serta tas kresek menjadi prakarya seperti coaster (tatakan gelas), wadah alat tulis, dan lain sebagainya. Tertarik bergabung? Berikut informasi kegiatannya.

  • Waktu: Sabtu, 30 Maret 2024 pukul 15.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Ruang Solidaritas Joli Jolan, Jalan Siwalan No.1 Kerten, Laweyan, Solo (google map Joli Jolan).
  • Mentor: Meilisa (Crafter @lovya.handmade Bandung)
  • Fasilitas: Workshop kit, stiker, souvenir Joli Jolan
  • Kontribusi: 40k (peserta terbatas)

Segera daftarkan diri di bit.ly/workshopjolijolan atau scan barcode di poster. Pendaftaran ditutup apabila kuota sudah terpenuhi. Info lebih lanjut bisa langsung menghubungi nomor berikut ini 085808339523

Categories
Reportase

Workshop Growth Mindset bagi Guru dan Siswa SMKS Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali

SMKS Bhinneka Karya 5 Teras, Boyolali disiapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK). Upaya ini salah satunya didorong oleh sejumlah akademisi dari Sekolah Vokasi IPB University melalui program Dosen Mengabdi Inovasi 2023.

Program Dosen Mengabdi Inovasi 2023 digelar melalui serangkatan kegiatan salah satunya Workshop Motivasi dan Growth Mindset bagi guru dan tenaga kependidikan dan para siswa sekolah serempat, Selasa (7/11/2023). Dalam workshop itu hadir sejumlah narasumber dari Prodi Manajemen Agribisnis dan Prodi Teknologi Rekayasa Komputer di antaranya Dr. Ir. Wien Kuntari, M.Si, Uding Sastrawan, S.P., M.Si, dan Bayu Widodo, ST., MT.

Workshop itu membahas peran penting pendidikan pada era digital agar para guru dan tenaga kependidikan bisa berkontribusi positif pada perkembangan siswa. Fokusnya meliputi strategi untuk meningkatkan motivasi, merumuskan tujuan yang jelas, dan membangun keyakinan diri, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan dukungan kepada siswa.

Ketua tim Dosen Mengabdi Inovasi IPB 2023, Bayu Widodo, ST., MT, , menyampaikan kegiatan ini juga mendukung sertifikasi kompetensi, mempersiapkan SMK Bhinneka Karya 5 Teras sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK).

Sertifikasi kompetensi bukan hanya meningkatkan daya saing di dunia kerja, tetapi juga merupakan pengakuan atas capaian kemampuan individu. “Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi pelajar untuk meningkatkan kompetensi dan mendorong semangat guru di SMK Bhinneka Karya 5 Teras,” sambung Uding Sastrawan, SP, MSi.

Kepala SMKS Bhineka Karya 5 Teras Boyolali, Deny Prihasanti, ST, , menyambut baik program kerja sama antara sekolah yang dipimpinnya dengan SV IPB University. Dia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk mendukung semangat para guru dan meningkatkan persiapan lulusan SMK. Muaranya adalah peningkatan mutu pendidikan dan lulusan SMK.

Categories
Sudut Joli Jolan

Workshop Kerajinan Makrame: Bikin Mini Sling Bag dari Kaus Bekas

Punya banyak kaus yang hanya teronggok di lemari? Tak dipakai karena sudah enggak muat atau sudah enggak “spark joy” lagi kalau kata Marie Kondo? Jangan buru-buru dibuang atau dijadiin pel ya. Dengan sedikit kreasi, kaus bekas yang kalian miliki bisa jadi kerajinan handmade dan bermanfaat kembali.

Salah satu produk yang bisa dibikin dari kaus bekas yakni sling bag atau tas selempang. Nah, kali ini Ruang Solidaritas Joli Jolan mau mengajak kalian belajar bikin mini sling bag yang bisa menjadi wadah handphone atau barang mungil lain. Caranya yakni dengan teknik makrame. Makrame adalah seni menyatukan simpul yang terdiri atas beberapa tali atau benah untuk membuat sebuah karya tangan.

Tertarik menambah keahlian Do It Yourself (DIY) sekaligus berkontribusi mengurangi sampah fesyen? Berikut informasi Workshop Kerajinan Makrame: Bikin Mini Sling Bag dari Kaus Bekas yang bisa kalian ikuti:

  • Waktu: Minggu, 24 Juli 2022 pukul 09.00-12.00 WIB.
  • Lokasi: Ruang Solidaritas Joli Jolan, Jalan Siwalan No. 1 Kerten, Laweyan, Solo (Google Map Joli Jolan)
  • Mentor: Dhyani Rajjati
  • Fasilitas: Workshop kit, snack & minuman, souvenir Joli Jolan
  • Kontribusi: 50 k

Segera daftarkan dirimu, ya. Kami membatasi jumlah peserta agar workshop lebih mengena serta mendukung penerapan protokol kesehatan.

Info & pendaftaran: 085290340291/085725242447

Registrasi: bit.ly/workshopmakrame atau scan barcode di poster.

Categories
Komunitas

Gerakan Cinta Lingkungan Resik Resik X

Anak muda di wilayah Laweyan Solo menginisiasi gerakan peduli lingkungan dalam tajuk Resik Resik X (dibaca kali atau sungai). Gerakan ini dimulai pada 2019 lalu. Saat itu sang inisiator, Eko Pethel, yang merupakan warga setempat mengaku risih melihat sungai dekat rumahnya yang terlihat kotor dan menghitam. Dia lalu turun ke sungai dan merasakan betapa dangkalnya lokasi tersebut.

Eko kemudian  membuat video tentang kondisi sungai dan diunggah di laman media sosial (medsos). Saat itu banyak yang merespons dan mendorong untuk membuat agenda bersih-bersih sungai. Hingga akhirnya menjadi gerakan besar bernama Resik-Resik X yang melibatkan banyak anak muda pegiat seni dan berbagai bidang lain di sekitar Solo.

Gerakan yang sebenarnya bertujuan mengembalikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peduli lingkungan ini direspons banyak pihak. Warga setempat hingga komunitas-komunitas di sekitar Solo. Eko dan warga beberapa kali membuat kegiatan bersih-bersih sungai, mancing bersama, hingga pembacaan puisi di pinggir kali. “Sungai itu hanya kujadikan sebagai trigger, intinya adalah tentang gerakan kesadaran merawat lingkungan,” terang Eko saat berbincang dengan tim Joli Jolan di markas Joli Jolan bilangan Kerten, Laweyan, Kamis (11/3/2021) lalu.

Pot dan Limbah Fesyen

Saat melakukan bersih-bersih sungai mereka menemukan banyak sampah fesyen yang terbawa arus sungai. Sampah berupa pakaian tersebut kemudian mereka kumpulkan karena bisa mengganggu jalannya air dan berdampak pada banjir. Setelah terkumpul cukup banyak, pakaian tak layak tersebut kemudian mereka olah menjadi bahan kerajinan tangan seperti hiasan rumah dan pot bunga.

Bersama rekannya bernama Cherik, Eko, sempat mempraktikkan pemanfaatan limbah fesyen menjadi pot dan hiasan rumahan dalam acara workshop Sampah Jadi Cuan dan Kerajinan di Joli Jolan. Eko mempraktikkan mudahnya membuat pot sampah atau hiasan rumahan dari kain. Hanya perlu menyiapkan pakaian bekas berbahan kaus, gunting, cetakan, dan semen. Detail praktiknya bisa dilihat di kanal YouTube Joli Jolan.

Eko mengatakan pengembangan program Resik Resik X dengan pot tanaman tersebut cukup menjanjikan. Jika mau diseriusi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Beberapa waktu lalu ketika ada lomba penghijauan di kampungnya, ia mengajak warga sekitar untuk bersama-sama memproduksi pot dengan kain tersebut. Hasilnya cukup lumayan, tanpa modal besar, kampungnya terlihat indah warna-warni.

Cherik dan Eko sepakat tak mau menjadikan Resik Resik X sebagai nama komunitas. Mereka menyebutnya sebagai gerakan bersama. Dengan begitu programnya tak mengikat dan bisa dikerjakan di mana pun. Gerakan peduli lingkungan Resik Resik X bahkan siap berkolaborasi dengan siapa pun asal memiliki misi yang sama. Termasuk dengan Joli Jolan lewat workshop sampah pada Kamis lalu.

Menurutnya gerakan kolaborasi seperti ini sangat penting di masa sekarang. Kita semua akan kesulitan jika bekerja sendiri. Namun, jika dilakukan bersama-sama, gaungnya akan lebih besar. Eko juga mengapresiasi gerakan Bank Sampah yang menjadi konsentrasi diskusi pada workshop Kamis lalu. Bank Sampah merupakan upaya memperpanjang umur barang. Menariknya program tersebut melibatkan para ibu-ibu.

Gerakan Resik-Resik X bahkan menarik perhatian Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov). Humas Pemprov Jateng mengapresiasi inovasi anak muda ini dengan mendokumentasikan video feature mereka. Kemudian dipublikasikan di kanal YouTube Humas Jateng bertepatan pada Hari Sampah Nasional, Rabu (24/2/2021). Tujuannya agar gerakan ini menjadi contoh masyarakat tentang semangat menjaga alam dan lingkungan sekitar.