Categories
Sudut Joli Jolan

Tilikan Fest 2024: Joli Jolan Ramaikan Skena Distribusi

Akhir pekan ini Joli Jolan akan ikut berpartisipasi di Festival Literasi Seni Solo, TILIKAN FEST. Acara ini akan digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (20-22/9/2024) di Lokananta Bloc. Ada banyak pertunjukan, diskusi, workshop, dan komunitas-komunitas keren yang bisa kawan temukan di acara ini.

Joli Jolan sendiri bakal berpartisipasi di kegiatan Koleb Konek, wadah yang mempertemukan komunitas independen di Solo dan sekitarnya. Masuk di skena distribusi, Joli Jolan akan membawa beberapa barang yang bisa diakses secara gratis ataupun barter seperti pakaian, bahan bacaan, tas, sepatu, dan aksesoris lain.

Selain itu, kami akan membawa sejumlah merch seperti kaus, pouch stiker, bordir yang bisa kawan beli untuk mendukung gerakan Joli Jolan. Di Tilikan Fest, Joli Jolan juga bakal memperkenalkan produk upcycle terbaru. Belum lama ini, kami bekerja sama dengan sebuah usaha mikro untuk mengolah donasi pakaian tak layak menjadi produk keset.

Jadi jangan sampai terlewatkan acaranya ya! Sila mampir dan memanfaatkan ruang distribusi kami, atau sekadar diskusi untuk membuka peluang-peluang kolaborasi di masa depan. Untuk galeri Kerten, Sabtu pekan ini kami izin tutup dulu. Layanan di Kerten akan kembali seperti biasa mulai Sabtu, 28 September 2024.

Panjang umur solidaritas!

Categories
Sudut Joli Jolan

Berkooperasi, Berbagi

Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional setiap tanggal 12 Juli. Sekilas, perayaan ini tampak tak ada hubungannya dengan Joli Jolan. Namun, sejatinya tak demikian. Meski belum berbentuk koperasi secara kelembagaan, Joli Jolan lahir dan tumbuh sampai sekarang karena semangat kooperasi.

Ya, koperasi memiliki nilai-nilai seperti swadaya, kesetaraan, pemerataan, dan solidaritas yang rutin kami usung hingga kini. Lewat berbagi pakaian, barang maupun makanan, Joli Jolan ingin mendorong masyarakat berdaya dengan mencukupi kebutuhannya sendiri. Tak hanya menanti pemerintah.

Memeriahkan Hari Koperasi, Joli Jolan akan memberi bonus dua item barang/pakaian bagi pengunjung pada hari Sabtu, 13 Juli 2024. Jadi, kawan-kawan bisa mendapatkan lima item barang/pakaian secara gratis. Meski bisa mendapatkan lebih banyak, kami tetap sarankan agar mengambil barang sesuai kebutuhan.

Kami tunggu di galeri ya. Selamat Hari Koperasi!

Categories
Sudut Joli Jolan

Redistribusi Joli Jolan ke Boyolali

Halo kawan-kawan! Akhir pekan ini tim Joli Jolan mau main ke Pengging, Boyolali, nih. Tentu bukan sekadar refreshing, kami berencana berbagi sejumlah pakaian dan piranti lain ke warga sekitar. Program ini menjadi bagian redistribusi yang belakangan rutin kami lakukan untuk mengurangi beban di galeri Kerten.

Tak hanya menstabilkan stok di ruang penyimpanan, kegiatan ini ingin mendorong agar penerima barang donasi dapat semakin merata dan meluas. Kami juga ingin berbagi ide dan inspirasi bersama warga Pengging terkait gerakan Joli Jolan.

Syukur-syukur, ke depan warga bisa memenuhi kebutuhan sandangnya dengan prinsip swakelola dan mengoptimalkan yang ada. Kawan-kawan yang ingin terlibat dalam kegiatan di Pengging atau sekadar ngobrol-ngobrol, boleh banget gabung.

🏡Lokasi: Slanggen, RT 7/RW 1 Ngaru-aru, Banyudono, Boyolali (rumah Pak Kenthut).
Waktu: Sabtu, 6 Juli 2024 pukul 09.00-12.00 WIB.

Oh ya, galeri di Kerten Sabtu ini tetap buka ya. Silakan yang ingin berburu pakaian atau barang gratis. Kami belum dapat menerima donasi pakaian dan aksesorisnya. Sementara donasi yang diterima hanya perlengkapan sekolah (alat tulis, tas dan sepatu anak dll), mainan, boneka, buku, dan makanan/sembako.

Categories
Sudut Joli Jolan

Kado di Hari Buruh

Halo kawan-kawan! Ruang Solidaritas Joli Jolan baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi nih berupa Anugerah Komunitas Penggerak Terdepan Kategori Penggerak Aksi Sosial Kolaboratif dalam ajang Detikjateng-jogja Awards 2024.

Penghargaan diserahkan langsung kepada salah satu inisiator Joli Jolan Septina Setyaningrum dalam puncak acara di Pandanaran Ballroom Padma Hotel Semarang, Selasa (30/4/2024) siang. Kategori ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang mendedikasikan organisasinya untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat luas.

Sementara, Detikjateng-jogja Awards merupakan apresiasi yang diberikan kepada 20 tokoh, institusi, dan komunitas yang inovatif serta memberikan dampak positif di Jawa Tengah dan Jogja. Lalu, bagaimana Joli Jolan bisa terpilih?

Para peraih penghargaan melewati serangkaian proses panjang penilaian dari Tim Asesmen. Penilaian itu dilakukan Tim Asesmen atas karya nyata yang menunjukkan sifat inspiratif, inovatif, kreatif serta berbagai prestasi yang berdampak positif terhadap masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi kami, penghargaan itu menjadi wujud apresiasi publik terhadap Joli Jolan selama ini. Award ini semakin istmewa karena diberikan menjelang Hari Buruh 1 Mei. Ya, mayoritas pengunjung maupun sukarelawan Joli Jolan adalah buruh atau pekerja upahan.

“Trofi Kemanusiaan” ini kami tujukan setinggi-tingginya kepada para relawan, Joliers, dan para kolaborator yang membersamai sampai hari ini. Terima kasih untuk semua. Panjang umur upaya-upaya baik.🏡✨

Kredit foto: @detik_jateng

Categories
Sudut Joli Jolan

Ngabuburit Bareng Joli Jolan: Ramadan di Jerman

Jerman adalah salah satu negara dengan populasi pemeluk agama Islam terbesar di Eropa. Pada 2022, jumlah umat Muslim di Negeri Panzer itu tercatat 4,95 juta jiwa atau 6,1% dari jumlah penduduk. Angka itu hanya di bawah Rusia dan Prancis.

Hal itu membuat Jerman menjadi negara di Eropa yang menyambut Ramadan dengan suka cita. Sukma Larastiti, salah satu inisiator Joli Jolan, bakal membagikan pengalaman pertamanya menjalankan puasa di luar negeri dalam Ngabuburit Bareng Joli Jolan: Ramadan di Jerman, Selasa, 2 April 2024, pukul 16.00-17.00 WIB.

Awal tahun ini, Lala, sapaan akrabnya, terpilih menjadi fellow Alexander von Humboldt International Climate Protection 2024/2025. Fellowship tersebut menjadi salah satu beasiswa ilmuwan prestisius di Jerman. Selama setahun, Lala bakal menimba ilmu bersama peraih fellow lain di Universitas Kassel.

Selain membahas ritual Ramadan, kawan akan diajak mengetahui budaya toleransi dan solidaritas di Jerman. Lala juga akan berbagi pengalaman seputar pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, transisi energi, hingga isu perubahan iklim yang menjadi perhatian warga di sana.

Obrolan nanti akan dipandu sukarelawan Joli Jolan yang juga jurnalis Solopos, Ika Yuniati. Catat waktunya, jangan sampai ketinggalan ya!

Categories
Sudut Joli Jolan

Bakdan Hemat di Joli Jolan

Kebutuhan harian biasanya meningkat jelang Lebaran. Beli bahan pokok, makanan kecil hingga belanja pakaian membuat pusat perbelanjaan penuh sesak. Keinginan konsumtif ini kadang secara tak sadar menguras kocek yang lumayan dalam.

Kondisi tersebut semakin mengimpit karena belakangan ini harga sembako mulai melangit. Namun, inisiatif saling bantu bisa menjadi alternatif agar warga mendapatkan kebutuhannya secara terjangkau, bahkan gratis.

Tahun ini Joli Jolan kembali mendistribusikan pakaian preloved berkualitas untuk berhari raya secara cuma-cuma. Kalau beruntung, kawan juga bisa mendapatkan sandang yang baru. Pokoknya koleksi terbaik Joli Jolan akan dibagikan menyambut Lebaran.

Semua boleh mengakses tanpa kecuali karena tujuannya untuk mengurangi konsumerisme, bukan charity. Kami menyediakan kotak atau umplung bagi kawan yang ingin berdonasi dalam mendukung gerakan Joli Jolan, sehingga dapat terus berkelanjutan dalam menebar manfaat.

Donasi nantinya akan kami gunakan untuk operasional ruang (kebersihan, listrik, peralatan galeri) hingga program berbagi makanan. Layanan ini kami buka pada 23 Maret (10.00-13.00 WIB) dan 30 Maret (11.00-14.00 WIB) di Jalan Siwalan No.1 Kerten Laweyan Solo (Google map Joli Jolan).

Daripada mengeluarkan kocek dan berdesak-desakan di pusat perbelanjaan, lebih baik cari pakaian di Joli Jolan. Uangnya bisa disimpan untuk berbagi di kampung halaman. Yuk, ikutan Berburu Baju Lebaran di Joli Jolan!🏡✨

#lebaran2024
#pakaiangratis
#rakyatbanturakyat
#berbagibaju
#mutualaid
#jolijolan

Categories
Sudut Joli Jolan

Joli Jolan Sambut Ramadan

Halo kawan-kawan! Tak terasa ya sebentar lagi kita bertemu kembali dengan bulan puasa. Sebagai bulan yang dinanti-nanti, sejumlah umat Muslim biasanya mulai mempersiapkan diri, salah satunya membeli perlengkapan ibadah baru. Hal ini tidak salah. Namun sikap itu bisa memicu kemubaziran apabila alat ibadah yang sebelumnya ternyata masih layak pakai.

Di sisi lain, mungkin masih banyak di antara kita yang belum memiliki alat ibadah yang bagus dan layak memyambut bulan suci. Alasan ini membuat kami kembali membikin program Joli Jolan Sambut Ramadan. Program ini dapat mewadahi kawan-kawan yang ingin menyumbangkan alat ibadahnya seperti mukena, sarung, baju koko, sajadah, peci, tasbih dan perlengkapan ibadah lain (kecuali jilbab).

Seluruh perlengkapan ibadah yang didonasikan wajib masih bagus/layak pakai ya, syukur-syukur baru. Untuk alat ibadah seken, disarankan dilaundry terlebih dulu untuk menjaga kebersihannya. Nantinya, seluruh donasi alat ibadah yang terkumpul dapat diakses untuk semua warga yang membutuhkan.

Donasi dapat dikirim ke Ruang Solidaritas Joli Jolan, Jalan Siwalan 1 Kerten Solo, atau sejumlah drop box kami (info lengkap di pinned profile). Pengumpulan donasi kami tunggu hingga 16 Maret 2024. Kawan-kawan dapat mengontak kontak relawan kami Sdri. Fitra 0877 3588 8945 atau DM IG @joli_jolan.

Dengan konsep berbagi, kita bisa memeroleh barang yang diinginkan tanpa harus mengeluarkan biaya. Yuk ikut berbagi!

Categories
Sudut Joli Jolan

Kangen Joli Jolan

Pertama kali saya mengenal Ruang Solidaritas Joli Jolan hanya melalui postingan Instagram (joli_jolan). Saat itu satu di antara beberapa postingannya muncul di beranda. Sebuah konsep yang menarik, yakni berbagi kebaikan dengan barang layak pakai. Seketika ketertarikan saya muncul untuk berselancar di laman sosial medianya. Setiap postingan saya kunjungi hingga berlanjut menggali informasi tambahan di website yang mereka punya (jolijolan.org). Meskipun gerakan sosial, tetapi media informasi yang merkea garap sangatlah rapi. Hal ini pastinya meyakinkan pengunjung untuk masuk ke ruang perkenalan lebih dalam.

Setelah mendapat informasi detail, termasuk jadwal layanan, pekan berikutnya saya memutuskan untuk berkunjung ke kantor sekaligus lapak mereka yang bertempat di Jl. Siwalan No. 1 Kota Surakarta. Tempatnya strategis dan sangat mudah dikunjungi dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Saat itu cukup ramai. Jumlah relawan yang berjaga di hari itu juga banyak. Sehingga, sangat memadai untuk memberikan informasi dan pelayanan kepada pengunjung. Sesampai di sana, saya diarahkan untuk mengisi buku tamu. Rasa penasaran yang memuncak, beberapa hal saya tanyakan satu per satu kepada relawan yang berjaga di stand depan pintu. Berbincang, mencari tahu satu dua hal yang mendasari mereka mendirikan komunitas sosial yang mungkin jarang digagas kebanyakan orang.

Meskipun beberapa sudah tahu dari informasi yang saya baca baca kemarin, tetapi beberapa pertanyaan saya coba kembangkan untuk mengkonfirmasi banyak hal. Setelah cukup mendapat banyak informasi dan yakin, saya disarankan untuk membuat kartu membership. Tentu dengan senang hati, saya mengiyakan tawaran yang disampaikan relawan tersebut.

Setelah dipersilahkan masuk ke dalam galeri, saya pun berkeliaran di setiap sudut ruangan dan memindai barang-barang gratis yang ada di sana. Joli Jolan menerima donasi segala bentuk barang layak pakai untuk bisa dimanfaatkan orang lain. Biasanya, donatur memberikan donasi barangnya karena sudah bosan atau sudah ganti dengan barang yang baru. Mungkin pikir mereka daripada rusak karena tidak dipakai, alangkah baiknya didonasikan ke Joli Jolan, siapa tau ada (pengunjung) yang membutuhkan untuk memanfaatkan barang tersebut.

Tidak heran, di setiap sudut ruangan penuh dengan barang-barang. Mulai dari sepatu, celana, baju, seragam sekolah, tas, topi, buku, bibit tanaman, dan masih banyak lagi. Jolijolan hanya menerima barang layak pakai, mereka punya regulasi untuk memilah dan memilih terlebih dahulu barang dari donatur. Selanjutnya mereka bersihkan dan diperlakukan selayaknya mereka sendiri yang memakainya. Sehingga, barang yang tertata di ruangan sangat layak untuk digunakan atau mungkin jika tidak berlebihan sangat layak pakai tertata rapi di rak dan cantolan.

Setelah puas di ruangan utama, saya pun bergeser ke teras depan. Di sana tertata rapi banyak sekali buku bacaan. Beberapa pengunjung asyik memilih dan membaca buku yang ada di sana. Saya pun mengambil salah satu buku untuk memuaskan rasa penasaran untuk melihat koleksi buka apa saja yang ada di sana. Satu per satu buku saya buka dan baca sejenak. Dipayungi pohon mangga yang rindang, membuat aktivitas membaca buku semakin nyaman.

Setelah puas dengan buku-buku dan melanjutkan langkah untuk berpindah, ada relawan yang mendatangi saya. Saya memperkenalkan diri kepada relawan tersebut hingga berlanjut berbincang tentang banyak hal. Tidak terasa, sudah banyak tema yang kami bicarakan. Obrolan mengalir dengan santai, layaknya pertemuan antara kawan lama yang tidak lama jumpa. Nyaman dan menyenangkan. Bercerita dan mengkonfirmasi banyak hal menjadi tema perbincangan kami yang panjang. Dilanjutkan rencana kegiatan kolaborasi yang berkesinambungan.

Tidak terasa, Joli Jolan sudah berumur empat tahun sejak kelahirannya. Mengusung tema di tahun ke empat, Empati di Relung Sanubari. Kegiatan utama masih jalan, tetapi lebih banyak lagi program inovatif yang tetap mereka jalankan dan penuh kebermanfaatan. Terlebih lagi, bisa dibilang mereka telah teruji dalam melalui badai Covid-19. Berkaca dari kejadian luar biasa itu, rasa-rasanya Joli Jolan perlu hadir dan menemani di tengah masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan.

Saat ini kembali pada fase perkenalan, mengamati tumbuh kembang Joli Jolan dari kejauhan. Melalui setiap postingan media sosial, sembari penuh kegirangan. Semoga Tuhan menjaga mereka yang terus sinergi untuk berlomba-lomba bermanfaat lewat wadah Joli Jolan. Berharap bertemu kembali dalam kegiatan di lain kesempatan.

Jakarta, 7 Januari 2024

Categories
Sudut Joli Jolan

Empati di Relung Sanubari

Seorang anak perempuan memasuki halaman Ruang Solidaritas Joli Jolan di Jalan Siwalan 1, Kerten, Laweyan, Solo, pada Sabtu siang beberapa bulan silam. Ia datang bersama ibu dan neneknya, mengenakan rok tutu warna merah muda, rambut dikuncir kuda.

Senyumnya lepas begitu melihat pojok mainan di Galeri Joli Jolan. Sebuah boneka berukuran sedang dia ambil. Dia memilih-milih lagi, agak lama. Wajahnya tersipu malu saat saya dekati. Kutanya, kenapa masih sibuk mencari boneka yang serupa? Dia bilang harus membawa dua untuk diberikan saudara perempuannya yang kebetulan sedang sakit di rumah. Saya pun tersenyum tipis sambil ikut mencarikan, meski butuh waktu cukup lama untuk dapat jenis yang serupa.

Hari itu, pengunjung kecil Joli Jolan tersebut tak sekadar mengambil boneka, tapi juga mengambil hati kami. Ia mengingatkan agar ruang solidaritas ini terus dirawat, jadi rumah yang nyaman bagi siapa pun yang singgah.

Empati untuk Merawat Solidaritas

Ibarat kendaraan, empati adalah mesin kami. Gerbong Joli Jolan tak akan benar-benar kukuh tanpa adanya kesadaran dan welas asih dari para sukarelawan, donatur, maupun para pengunjung. Sukarelawan hampir tak pernah absen membuka galeri tiap hari Sabtu dan melakukan sortir barang pada hari Rabu. Kami paham betul bahwa ada puluhan orang yang menunggu untuk mengambil dan berbagi barang tiap akhir pekan.

Apalagi di momen-momen besar seperti Lebaran. Rumah kami terbuka bagi mereka yang juga ingin punya baju ganti tapi tak sempat membeli pakaian karena impitan kebutuhan. Gamis dan blus panjang biasanya laris manis. Anak-anak asyik memilih baju, sementara si ibu khusyuk memilah-milah kerudung. Pada saat bersamaan, beberapa orang yang merasa berlebih pakaian juga rajin mengirimkan barang di galeri Joli Jolan. Misinya satu, mengajak semua orang merayakan kebahagiaan pada hari besar tersebut. Mereka meyakini, layaknya emosi sedih dan marah, bahagia tak akan benar-benar abadi. Jadi sudah seharusnya saling dibagi.

Berdiri sejak 21 Desember empat tahun silam, perjalanan kami juga tak pernah lepas dari kolaborasi. Sejumlah kawan dari lintas organisasi maupun secara personal datang silih berganti, saling bergandeng tangan untuk terus memumpuk rasa peduli. Upaya bersama ini yang juga menjadi penyuntik semangat kami.

Layaknya bayi, empat tahun adalah saatnya merangkak, bergerak, dan mengenal lebih banyak warna. Itu pula salah satu harapan kami. Meski riaknya masih kecil, kami ingin menjadi lilin yang terus menyalakan empati dan welas asih. Menjadi penerang di tengah dunia yang serba cepat dan serba menuntut sejumlah orang menjadi oportunis serta mementingkan diri sendiri.

Kami tak bisa menjanjikan terus ada hingga belasan atau puluhan tahun nanti. Namun, budaya saling memberi dan menerima dengan penuh kasih ini semoga selalu tertanam di sanubari. Tanpa itu, tak pernah ada Joli Jolan hingga hari ini. Dirgahayu keempat tahun Joli Jolan!

Categories
Sudut Joli Jolan

Susur Kampung dan Workshop Menulis Cerita

Akses air minum dan sanitasi aman menjadi kebutuhan dasar individu yang vital. Saat ini, akses air minum aman di Kota Surakarta baru mencapai 60,08% dan sanitasi aman mencapai 61,47%.

Upaya peningkatan akses ini tentunya tidak hanya mengandalkan peran pemerintah saja. Butuh partisipasi banyak pihak termasuk peran komunitas melalui berbagai kanal komunikasi untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya ketersediaan akses air minum dan sanitasi aman tersebut.

Banyak platform tersedia untuk bercerita mulai dari media sosial, online, blog, video blogging, podcast hingga media cetak. Kekuatan platform ini juga harus diimbangi dengan kekuatan cerita yang menginspirasi dan mendorong perubahan yang lebih baik.

Untuk menghasilkan cerita yang menarik dan inspiratif inilah, kami menggelar pelatihan menulis cerita yang akan difasilitasi jurnalis media lokal dan nasional berpengalaman. Agenda ini diawali dengan susur kampung, kemudian berbagi pengalaman antarpeserta bersama para ahli. Puncaknya, peserta diajak menceritakan kembali pengalaman yang mereka alami.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ruang Solidaritas Joli Jolan bersama USAID IUWASH Tangguh. Acara ini akan digelar pada:

Waktu: Minggu, 25 Juni 2023 pukul 08.00-15.00 WIB
📌 Titik Kumpul: Kantor USAID IUWASH Tangguh Jawa Tengah, Jl. Semangka 16, Kerten, Surakarta
🚸 Susur Kampung: Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Surakarta
📍 Titik Akhir: Hotel Pose In, Surakarta
Fasilitas: Snack dan makan siang, doorprize, sertifikat
🍭 Biaya: Gratis
☘️ Kuota: 20 orang

Kami akan memilih pendaftar dengan InstaStory paling menarik dan informatif untuk mengikuti acara. Pendaftaran dibuka sampai Jumat 23 Juni 2023 pukul 16.00 WIB.

Registrasi: https://bit.ly/susurIUWASH
Narahubung: 085725233966