Categories
Komunitas

Jaringan Baru dari Warga Posyandu

Apa yang menjadi tantangan utama Joli Jolan saat ini? Jika boleh menyebut salah satu, hal itu adalah keberlimpahan donasi. Ya, hampir setiap hari ada kiriman (terutama pakaian) yang datang di drop box kami. Tentu kami mengapresiasi kebaikan hati kawan-kawan yang telah bersolidaritas melalui Joli Jolan.

Makin hari, makin banyak warga yang telah berbagi dengan berkesadaran, memberikan barang dengan kondisi baik untuk digunakan kembali oleh sesama. Namun di saat yang sama, hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengelola donasi dengan sebaik-baiknya.

Salah satu solusi untuk mengatasi keberlimpahan adalah redistribusi dan membuka jaringan. Akhir pekan ini kami menambah jaringan warga baru, bekerja sama dengan Posyandu Lansia dan Balita di RW XI Manahan, Solo.

Sejumlah pakaian dewasa, anak, dan jilbab kami salurkan untuk warga setempat yang membutuhkan, tentu saja dengan bantuan pengurus posyandu setempat. Pola-pola redistribusi dengan melibatkan warga sejatinya sudah cukup lama kami inisiasi.

Beberapa bahkan mulai melaksanakan kegiatan berbagi secara rutin. Kegiatan itu tersebar di Masjid Al Huda, Kerten; Wirosari, Grobogan; Totosari, Laweyan; Jaten, Karanganyar; Pucangan, Kartasura; hingga Cepu. Jaringan dan kolektivisme ini menjadi modal berharga untuk mendorong pemerataan penerima donasi pakaian/barang.

Apa yang menjadi prioritas kami sejujurnya bukan mendapatkan donasi sebanyak-banyaknya. Donasi secukupnya dengan kualitas terjaga dan sesuai kebutuhan lebih kami utamakan. Oleh karena itu, kami pasti selalu menanyakan terlebih dulu apa yang hendak kawan berikan.

Bukan kami menolak kebaikan kawan-kawan, tapi agar donasi itu nantinya benar-benar tepat guna dan tidak menumpuk di ruang penyimpanan. Karena, tak setiap waktu jaringan yang kami miliki dapat menyerap barang dari Joli Jolan. Sama dengan kami, mereka juga memiliki keterbatasan di sana-sini. Panjang umur hal-hal baik.

Categories
Komunitas

Joli Jolan Dukung Mahasiswa KKN Sediakan Buku dan Pakaian Gratis di Desa Mireng Klaten

Mireng, 19 Juli 2025- Kelompok 218 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Raden Mas Said Surakarta menghadirkan sebuah kegiatan kolaboratif dan inspiratif bertajuk “Bazar Ceria untuk Semua” yang mengusung tema “Berbagi dengan Hati, Tumbuhkan Kepedulian”. Kegiatan ini sukses digelar pada Sabtu pagi, 19 Juli 2025, bertempat di halaman Puskesmas Pembantu Desa Mireng, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat melalui program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Bazar ini menyajikan pakaian gratis, buku, dan boneka layak pakai hasil donasi yang dikelola bersama komunitas sosial Ruang Solidaritas Joli Jolan, yang menjadi mitra kolaboratif dalam kegiatan ini.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan bazar sayuran segar gratis yang disediakan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga serta mengedukasi masyarakat pentingnya konsumsi sayur setiap hari.

Sebagai bentuk kontribusi di bidang kesehatan, diselenggarakan pula layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan Puskesmas Trucuk 1 dan didukung oleh Puskesmas Pembantu Desa Mireng. Pemeriksaan meliputi cek gula darah, kolesterol, tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan SADARNIS (pemeriksaan payudara klinis untuk perempuan), THT, serta layanan konsultasi dokter umum.

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Mireng yang hadir dengan antusias, baik tua maupun muda, serta dukungan penuh dari tenaga medis dan relawan yang terlibat. Warga tidak hanya mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan ini, tetapi juga diajak untuk menumbuhkan rasa peduli dan semangat berbagi antar sesama.

Ketua KKN Kelompok 218 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan instansi terkait dalam membangun desa yang lebih peduli, sehat, dan sejahtera.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial yang mengakar pada nilai-nilai empati dan kemanusiaan. Berbagi itu sederhana, tetapi dampaknya bisa luar biasa. Mari tumbuhkan kepedulian, mulai dari hal-hal kecil untuk perubahan yang besar.

Categories
Komunitas

Liburan yang Berkesan, Dimulai dari Cerita di Rumah

Manfaatkan waktu libur sekolah untuk menemani Si Kecil belajar hal baru: jadi storyteller kecil! Lewat Story Camp di @dolpinid orang tua dan anak bisa bareng-bareng belajar menyusun cerita, berekspresi, dan membangun kepercayaan diri dari rumah. Sehingga nantinya dapat bercerita denga penuh kesadaran dan percaya diri.

Siapa saja yang boleh mendaftar? Anak usia maksimal 12 tahun dan terbuka untuk keluarga di seluruh Indonesia.

Dapat apa di Story Camp?
✅️ Belajar jadi Storyteller Kecil bareng para ahli
✅️ Buku Petualangan Dovi & Pipin
✅️ Plus paket pembelajaran seru & hadiah menarik

Ssst, ini juga bagian dari road to Storytelling Competition tingkat nasional!

📅 Periode Story Camp: Juni-Juli 2025
🎯 Daftar sekarang di: s.id/dolpinstorycamp

Categories
Komunitas

Joli Jolan Ikut Serta di Pameran Art Edu Care#15

Akhir bulan ini, Ruang Solidaritas Joli Jolan bakal meramaikan agenda bertajuk Art Edu Care#15 di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Jebres, Solo, Jumat-Selasa 23-27 Mei 2025. Art Edu Care merupakan pameran seni yang memiliki sejarah cukup panjang, dengan penyelenggaraan perdana pada tahun 2010. Tahun ini agenda besutan Program Studi Pendidikan Seni Rupa UNS itu mengusung tema “Feel The Same”.

Sebagai gerakan sosial-lingkungan, undangan dari kawan-kawan seni kami apresiasi sebagai kerja bersama membangun peradaban. Oleh karena itu, Joli Jolan sengaja membawa banyak buku bacaan di Art Edu Care#15. Setiap pengunjung stan Joli Jolan dapat mengambil maksimal dua buku dengan gratis.

Setelah itu, cukup unggah foto bareng buku yang diambil ke story Instagram dan tag @joli_jolan dan @arteducare. Kami juga menyediakan pakaian dan aksesoris keren yang juga bisa diambil secara cuma-cuma. Ada pula pameran info grafis tentang Joli Jolan yang bisa kawan simak di stan.

Yang spesial, kali ini kami bekerja sama dengan komunitas Ajeg Social untuk menampilkan deretan seni upcycle. Karya tersebut berupa pakaian, rajutan, topi, aksesoris, dan lain sebagainya. Produk ini sebagian mengambil bahan pakaian bekas di Joli Jolan, menjadi upaya bersama kami untuk mengampanyekan fesyen berkelanjutan.

Tentu kawan-kawan juga dapat menikmati karya seniman-seniman keren yang dipamerkan di Art Edu Care#15. Oh ya, stan kami tepatnya berada di teras Perpustakaan TBJT (berdampingan dengan Galeri Seni). Kami tunggu ya!

Note: Khusus Jumat 23 Mei, stan buka mulai 18.30 WIB.

Categories
Komunitas

Berkesadaran dengan Sashiko

Konsumsi berlebihan sudah menjadi pola hidup sebagian masyarakat, yang tentunya berdampak terhadap lingkungan. Efeknya turut mempengaruhi kesehatan mental, bisa berupa kecemasan, stres, hingga kepuasan hidup yang palsu.

Menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan hari-hari ini tampaknya semakin penting. Tak hanya untuk mengenali diri, tetapi juga untuk membantu meringankan beban bumi. Art therapy melalui metode sashiko pun hadir menjadi alternatif menuju konsumsi berkesadaran, mengurangi stres, sekaligus menghasilkan karya estetik.

Sashiko adalah teknik menjahit tradisional Jepang yang awalnya dibuat untuk memperbaiki kain sobek. Namun sashiko bukan hanya tentang kain dan menyulam. Ada filosofi mendalam bahwa sesuatu yang pernah rusak bisa jadi lebih indah saat dirajut kembali dengan cinta dan kesabaran.

Dalam workshop kali ini, InnerChild bakal mengajak bereksperimen sashiko dengan media celana jin denim yang disediakan oleh Joli Jolan. Setiap prosesnya akan kita maknai bersama sebagai upaya membangun diri yang pernah retak, tentang menerima masa lalu, dan memulainya kembali dengan lebih kuat.

Sebelum menyelami diri bersama sashiko, psikolog klinis RS Indriati Boyolali, Xavera Adis, akan menyampaikan insight tentang mindful consumption. Praktik konsumsi secukupnya dan manfaatnya terhadap kesehatan mental juga akan dieksplorasi secara mendalam.

Segera daftarkan diri kalian ya kawan-kawan, kuota terbatas. Sampai jumpa 1 Mei!

Pendaftaran: bit.ly/MindfulwithSashiko
Informasi: Damai (088232117938)

Categories
Sudut Joli Jolan

Kejutan dan Kehangatan Usai Lebaran

Sabtu kemarin menjadi hari yang spesial bagi Joli Jolan. Usai libur dua pekan, akhirnya kami bisa bersua kembali dengan kawan-kawan. Seperti yang kami duga, pengunjung tumpah ruah, mulai dari warga yang hendak berburu pakaian/barang, maupun warga yang berdonasi. Beberapa pengunjung bahkan sudah menanti pagar Joli Jolan dibuka sejak pukul 09.30 WIB, setengah jam sebelum operasional dimulai.

Antusiasme yang semakin meningkat inilah yang kami lihat di ruang ini dari waktu ke waktu. Untuk menjaga kenyamanan semua yang berkunjung, kami perlu membikin sejumlah terobosan atau pembenahan. Bagi yang hadir kemarin mungkin kaget ketika kami memberlakukan nomor antrean untuk masuk ke Joli Jolan.

Ya, sistem ini mulai kami ujicoba untuk mengurai padatnya pengunjung, terutama di jam 10 pagi. Belakangan kami melihat warga cenderung berdesakan/tidak mau kalah untuk masuk duluan ke Joli Jolan. Istilah kata, sudah mirip start lomba lari. Hal ini tentu membahayakan pengunjung rentan seperti anak, lansia, atau ibu hamil.

Tak hanya itu, kenyamanan memilih pakaian juga berkurang karena semua langsung tumplek blek di awal. Adanya nomor antrean membuat pengunjung masuk bertahap, sehingga diharapkan menjaga kenyamanan semua pihak. Kami akui masih banyak kekurangan di awal penerapannya. Sejumlah masukan sudah kami catat dan evaluasi. Tentu kami juga berharap masukan dari pengunjung.

Kegembiraan Sabtu kemarin semakin lengkap karena sukarelawan berkumpul untuk makan bareng dan halalbihalal. Salah satu sukarelawan awal kami yang kini tinggal di Bandung, Zen Al Ansory, juga mampir ke Kerten untuk melepas kangen. Terima kasih untuk video pendek ini ya!

Ada pula sejumlah tamu mulai dari komunitas Innerchild, psikolog Xavera Adis hingga mahasiswa FISIP UNS. Mereka menawarkan kolaborasi keren bareng Joli Jolan, yang pastinya segera akan kami kabarkan. Kami ucapkan terima kasih pada semuanya yang tak lelah saling bantu. Panjang umur solidaritas.

Categories
Sudut Joli Jolan

Bakdan di Joli Jolan, Berhemat Uang

Belakangan ini berita buruk seperti tak ada habisnya menghampiri masyarakat. Mulai dari BBM oplosan, PHK ribuan pekerja pabrik, pengangkatan CPNS yang mundur hingga kisruh minyak yang tak sesuai takaran. Jika dicermati, semua masalah itu berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Belum soal harga bahan pokok yang cenderung melejit pada bulan Ramadan dan Idulfitri. Kondisi ini tentu membuat sebagian orang berpikir ulang dalam membeli keperluan Lebaran seperti baju baru. Inisiatif saling bantu pada akhirnya bisa menjadi salah satu alternatif agar warga mendapatkan kebutuhannya tersebut secara terjangkau, bahkan gratis.

Tahun ini Joli Jolan kembali mendistribusikan pakaian preloved berkualitas untuk berhari raya secara cuma-cuma. Kalau beruntung, kawan bisa mendapatkan sandang berkondisi baru. Pokoknya koleksi terbaik Joli Jolan akan dibagikan menyambut Lebaran.

Semua boleh mengakses tanpa kecuali karena tujuannya untuk mengurangi konsumerisme, bukan charity. Kami menyediakan kotak atau umplung bagi kawan yang ingin berdonasi guna mendukung gerakan Joli Jolan sehingga gerakan ini dapat terus berlanjut dan berkembang.

Toko Joli Jolan juga akan hadir dengan merchandise dan koleksi terbaiknya. Tentu saja, harganya akan jauh lebih murah ketimbang barang-barang yang dijual di mal atau pusat perbelanjaan. Donasi nantinya akan kami gunakan untuk kebutuhan operasional ruang (kebersihan, listrik, peralatan galeri), distribusi pakaian ke daerah, hingga program berbagi makanan.

Layanan ini kami buka pada tanggal 15 Maret dan 22 Maret 2025 pukul 10.00-12.00 WIB di Jalan Siwalan No. 1 Kerten, Laweyan, Solo (Google Map Joli Jolan).

Daripada mengeluarkan kocek lebih dalam dan berdesak-desakan di pusat perbelanjaan, tidak ada salahnya mencari pakaian di @joli_jolan. Uang belanja pakaian pun bisa disimpan untuk berbagi di kampung halaman. Yuk, ikutan Berburu Baju Lebaran di Joli Jolan!

Categories
Komunitas

Open Donation Formadgata

Hal teman-teman semua. Kami FORMADGATA ingin mengajak kalian untuk berpartisipasi dalam program kerja Formadgata Charity! Program kerja ini bertujuan untuk membantu teman-teman yang membutuhkan. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada mereka yang benar benar memerlukannya.

Kami percaya bahwa dengan dukungan kalian, kita dapat membantu banyak orang. Kami juga sangat menghargai setiap donasi, baik besar maupun kecil, karena setiap bantuan memiliki arti yang besar.

Donasi dapat disalurkan melalui:
Bank BRI 695701053887535 a.n. Nesa Herlina
Bank Jateng 3011037852 an. Najwa Nafisah Aulia Wardhani
Bank Mandiri 1380022730035 a.n Muhammad Bintang Asyrofa

Contact Person:
☎️ +6285641704300 (Briyan Agam)
☎️ +6281326864548 (Aurora Chandra)

Terima kasih atas dukungan kalian! Mari kita saling membantu pada saudara kita yang membutuhkan.

———————————————————
DIVISI SOSIAL MASYARAKAT
KABINET BARGAWA ABHIPRAYA
FORMADGATA 2025

Categories
Komunitas

Melukis Pot Galon Bersama Panti Asuhan Ihsan Sakeena

Minggu, 2 Maret 2025, bertepatan dengan hari kedua bulan Ramadan komunitas Involuntir Surakarta mengadakan acara bersama anak-anak Panti Asuhan Ihsan Sakeena di Latar Situ Joli Jolan, Kerten. Kegiatan yang dilaksanakan sembari menunggu waktu berbuka puasa ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi bagi relawan Involuntir Surakarta dengan anak-anak Panti Asuhan Ihsan Sakeena, tetapi juga dengan relawan Joli Jolan.

Kegiatan dimulai setelah peserta yang terdiri dari relawan Involuntir, anak-anak panti asuhan, dan relawan Joli Jolan berkumpul membentuk lingkaran di pendapa. Satu per satu, anak-anak dari Panti Asuhan Ihsan Sakeena memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama mereka masing-masing. Setiap nama yang disebutkan pun disambut dengan sapaan akrab oleh peserta lain sehingga mengawali suasana dengan akrab.

Setelah selesai perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking. Setiap perserta diminta untuk saling mengoper boneka koala ke orang yang berada di samping mereka sambil diiringi musik. Ketika musik berhenti, peserta yang memegang boneka harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pembaca acara. Permainan ini berhasil mencairkan suasana dan membuat semua peserta tertawa riang, siap untuk mengikuti inti acara.

Menuangkan Kreativitas dengan Menghias Pot Galon

Para peserta dibagi menjadi tujuh kelompok melalui permainan “Kapal Pecah.” Pembawa acara menyebutkan jumlah kapal yang pecah kemudian peserta diharuskan membentuk kelompok sesuai jumlah kapal tersebut. Proses mencari pasangan kelompok pun dipenuhi canda tawa, karena para peserta yang belum saling mengenal mau tidak mau harus berani untuk berkenalan.

Setelah kelompok terbentuk, para peserta diarahkan untuk menuju ke area Latar Situ. Setiap kelompok kemudian mendapatkan satu galon bekas, alat lukis, dan cat air. Tugas mereka adalah mengubah galon bekas tersebut menjadi pot tanaman yang kreatif dan penuh warna. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga meningkatkan keakraban antarpeserta. Setiap anggota kelompok pun saling berdiskusi dan menuangkan ide mereka ke dalam lukisan. Hasilnya, berbagai gambar indah seperti taman bunga dan komposisi warna menghiasi galon-galon bekas tersebut.

Pot-pot tersebut kemudian diisi dengan media tanam dan bibit tanaman yang telah disiapkan. Proses ini dipandu langsung oleh relawan dan influencer berkebun, Mewalik. Melalui proses menanam ini, para peserta diajarkan bagaimana cara menanam dan merawat tanaman hingga tumbuh besar. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap alam, terutama terhadap tanaman.

Menjelang waktu berbuka puasa, para peserta kembali ke pendapa untuk mengikuti sesi terakhir, yakni menulis surat untuk kakak-kakak relawan Involuntir. Dengan penuh antusias, mereka pun menuliskan ungkapan terima kasih dan rasa syukur mereka atas kebersamaan pada sore hari itu. Salah satu perwakilan relawan kemudian membacakan surat tersebut, yang berhasil menyentuh hati semua orang dan menciptakan momen haru.

Kegiatan ditutup dengan berbuka puasa bersama dan menjalankan ibadah salat Maghrib berjamaah. Sebagai hadiah terakhir, para peserta dipersilakan memilih barang-barang dari galeri Joli Jolan yang disediakan secara gratis. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berharga tentang kebersamaan dan kepedulian, tetapi juga menjadi stimulus inspirasi bagi peserta dalam memanfaatkan barang bekas secara kreatif. Sebuah penutup yang berkesan bagi relawan Involuntir Surakarta dan anak-anak Panti Asuhan Ihsan Sakeena.

Categories
Gagasan

Merawat Solidaritas Mulai dari Tetangga

Bagaimana sebuah gerakan dapat berkembang dan berkelanjutan? Salah satu hal yang penting adalah jaringan. Dengan berjejaring, langkah gerakan bakal lebih ringan dan berdampak luas. Itulah yang membuat kami intens berkolaborasi dengan komunitas hingga warga akar rumput hingga sekarang.

Beberapa kelompok warga akhirnya terinspirasi membuat gerakan berbagi seperti di Jaten, Karanganyar, Pengging, Boyolali, Grobogan, dan yang terkini warga Rusunawa Putri Cempo Solo. Namun yang mungkin belum banyak diketahui, Joli Jolan juga intens melibatkan tetangga kampung untuk saling bantu.

Beberapa sukarelawan kami adalah tetangga. Ada pula tetangga pengusaha yang rutin memberi teh kesehatan gratis setiap akhir pekan. Dokter yang membuka praktik di dekat Joli Jolan juga memberikan jasa cek kesehatan secara cuma-cuma. Tak kalah seru, kami turut berkolaborasi dengan Masjid Al Huda, Kerten, sebuah masjid yang berlokasi hanya sepelemparan batu dengan Joli Jolan.

Ya, seusai Joli Jolan tutup Sabtu siang, kami langsung memilah sejumlah pakaian dan barang lain untuk diberikan ke pengelola masjid. Barang donasi itu nantinya akan dibagi pada warga masjid seusai salat Subuh setiap hari Minggu. Biasanya, masjid turut menyediakan sayuran yang juga dapat diambil gratis. Kegiatan ini pun secara tak langsung menambah motivasi warga sekitar untuk subuhan berjemaah.

Meski sederhana, Masjid Al Huda telah menjalankan fungsi sebenarnya dari pemberdayaan umat. Bagi kami, sudah sewajarnya tempat ibadah tak hanya menjadi ruang untuk beritual, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan manfaat sosial-ekonomi secara langsung bagi jemaahnya. Tidak perlu menunggu siapa-siapa, mari kita inisiasi gerakan serupa bersama tetangga. Berani memulai, kawan?